• Pemprov Jabar Berencana Meratakan Kualitas Pendidikan SMA/SMK

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar10 Januari 2017 18:07
    fotografer: Bambang Prasethyo
    •  Share
    INILAH, Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana untuk memeratakan kualitas pendidikan jenjang SMA dan SMK di seluruh kabupaten dan kota. Caranya dengan mendistribusikan guru-guru yang memiliki kualitas unggul ke berbagai wilayah.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, pemerintah ingin agar sekolah-sekolah di daerah dapat mereplikasi kualitas SMA berkualitas yang ada di Jawa Barat sebelumnya. Sehingga kualitas sekolah seperti yang ada di Kota Bandung, Cimahi, atau Depok dengan sekolah yang ada di daerah seperti Muara Gembong, Cidaun, atau Pameungpeuk tidak jauh berbeda.

    "Provinsi bertugas untuk meratakan kualitas tersebut, mereplikasi sekolah yang baik menjadi lebih baik di tempat yang lain se-Jawa Barat ini. Kita akan sekuat tenaga untuk meningkatkan kualitas guru-guru demi memeratakan kualitas anak didi kita ke depannya," ujar Aher kepada wartawan ditemui usai Rapat Koordinasi Pengelolaan SMA dan SMK se-Jawa Barat di Gedung Pusdai, Bandung, Selasa (10/1/2017).

    Aher berterimakasih kepada pemerintah kabupaten dan kota yang telah mengelola SMA dan SMK termasuk para gurunya dengan sangat baik sebelum diserahkan kepada pemerintah provinsi sesuai dengan amanat undang-undang pemerintah daerah.

    Menurut Aher, apa yang telah dilakukan pemerintah kabupaten dan kota sudah sangat baik dan dia berjanji pemerintah provinsi akan bekerja lebih keras lagi agar kualitas tenaga didik dan pendidikan jenjang SMA dan SMK menjadi jauh lebih baik dari sebelumnya.

    Salah satu penekanan yang akan dilakukan pemerintah provinsi, kata Aher, adalah dengan menyeimbangkan kemampuan hardskill dan sofskill. Sehingga siswa-siswa sekolah tidak hanya memiliki kecerdasan yang tinggi, keterampilan yang bagus tetapi nasionalismenya lemah, kebersamaannya lemah, sulit bermusyawarah, arogan, tidak bisa berempati, dan suka merendahkan orang lain.

    "Kita tidak ingin seperti itu, kita inin orang cerdas di satu sisi profesional dan di sisi lain bisa berempati dan bisa hidup berdampingan dengan masyarakat lain. Harus seimbang antara hardskill dan softskill," pungkas Aher. [jek]


-->