• TPP Guru SMA/SMK Minimal Rp600 Ribu

    Oleh : Daulat Fajar Yanuar10 Januari 2017 18:56
    fotografer: Bambang Prasethyo
    •  Share
    INILAH, Bandung - Alih kelola SMA dan SMK dari pemerintah kabupaten/kota ke pemerintah provinsi membawa keberkahan tersendiri bagi para guru di Jawa Barat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memberikan Tunjangan Profesi Pegawai (TPP) kepada masing-masing guru dengan jumlah minimal sebesar Rp 600 ribu setiap bulannya.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengatakan, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp 395 miliar pertahunnya untuk 29 ribu guru yang kini berada di bawah payung hukum pemprov.

    "Soal TPP, kita berikan Rp 600 ribu tahun ini karena 29 ribu guru bukan perkara kecil. Itu yang sedang kami persiapkan," kata Aher kepada wartawan ditemui usai Rapat Koordinasi Pengelolaan SMA dan SMK se-Jawa Barat di Gedung Pusdai Jabar, Bandung, Selasa (10/1/2017).

    Aher menjelaskan, jumlah TPP masing-masing guru SMA dan SMK di 27 kabupaten/kota sebelum dialihkelola pemerintah provinsi sangat beragam tergantung dari kebijakan kepala daerah. Ada yang jumlahnya hanya sebesar Rp 150 ribu sampai Rp 2 juta perbulannya bahkan ada guru di lima kabupaten/kota yang tidak mendapatkan TPP.

    Maka, sebagai solusinya Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil angka tengah-tengah yaitu Rp 600 ribu yang merupakan jumlah TPP yang diterima para guru SMA dan SMK di Kota Depok. Ketentuan ini berlaku bagi para guru yang sebelumnya menerima TPP di bawah Rp 600 ribu sedangkan mereka yang sudah menerima di atas angka tersebut tidak ada perubahan.

    "Masalah uang ini rumit, pasti ada saja yang ramai. Makanya kami ambil jalan tengah memberikan Rp 600 ribu, kalau guru seperti di Kota Cirebon, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi tidak berubah karena jumlahnya sudah di atas Rp 600 ribu," ujar Aher.

    Aher berharap, seiring dengan perkembangan dan peningkatan anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat, jumlah TPP bagi guru dapat ditingkatkan dari tahun ke tahunnya. Meksipun dia tidak bisa memastikan berapa kenaikan jumlah TPP-nya tetapi dia berjanji kenaikan akan terjadi pada tahun 2018 mendatang.

    "Saya inginnya di atas Rp 1 juta, karena kalau sejuta itu kan angka psikologis berbeda dengan Rp 900 ribu," pungkas Aher. [jek]