Arief Yahya Sebut Dua KEK Pariwisata di Jawa Barat

Arief Yahya Sebut Dua KEK Pariwisata di Jawa Barat
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyebutkan dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berada di Provinsi Jawa Barat (Jabar) akan sangat efektif meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

 

Keberadaan KEK Sukabumi (Cikidang) dan Pangandaran dinilai mampu memberikan dampak signifikan bagi perkembangan pariwisata.

Arief Yahya menjadi keynote speaker di Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Jawa Barat tahun 2020 (Musrenbang) di Hotel Trans Luxury, Bandung.

Dia mengatakan, pembangunan dua KEK tersebut direncanakan pada tahun ini setelah disetujui oleh Kemenko Bidang Perekonomian, seperti yang dikutip dari siaran pers, Kamis (4/4/2019). Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan dua KEK tersebut sekitar Rp8 triliun.

"Kami sudah mengusulkan ada dua kawasan ekonomi khusus pariwisata, satu di Sukabumi, satu di Pangandaran. KEK Pangandaran dikhususkan untuk wisata bahari, sedangkan KEK Sukabumi untuk agrowisata," kata Arief.

Menpar juga berharap, keberadaan KEK Pariwisata di Jawa Barat dianggap mampu mengembangkan potensi destinasi lebih lanjut. Terlebih, Jabar memiliki kondisi alam dengan kekayaan dan potensi luar biasa bagi pengembangan pariwisata.

"Core Economy bangsa Indonesia adalah pariwisata yang sudah terbukti. Sektor pariwisata sudah diformat sebagai prioritas nasional, selain infrastruktur, energi, pangan, dan maritim," ujar Menpar Arief Yahya.

Sejumlah perwakilan kementerian hadir dalam acara tersebut, di antaranya dari Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sejumlah tokoh masyarakat juga hadir, di antaranya Sekretaris Lemhanas Komisaris Jenderal Mochamad Iriawan, yang sempat menjadi Penjabat Gubernur Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jabar Ridwan Kamil melaporkan soal rencana untuk mengusulkan KEK di Pangandaran yang digadang-gadang akan menjadi KEK pertama di Jawa Barat. Menurutnya, saat ini pengusulan KEK Pariwisata Pangandaran dalam proses revisi.

"Saya laporkan juga, atas saran Pak Menteri dulu, kami perjuangkan Pangandaran menjadi KEK. Kami sudah lakukan, tapi masih tertolak, dengan alasan tidak boleh 100 persen pariwisata. Harus ada komponen lain. Kami akan revisi, mohon dukungannya KEK ini menjadi KEK Pariwisata dan Teknologi Maritim di Pangandaran. Mudah-mudahan bisa lolos dalam dua bulan ini," kata Ridwan Kamil. (inilah.com)