Tips dan Trik Hadapi Bully pada Anak, “Bully Aja, I Don't Care”

Tips dan Trik Hadapi Bully pada Anak, “Bully Aja, I Don't Care”
Ilustrasi

INILAH, Jakarta - Bully atau perundungan kerap dialami anak di lingkungan sekolah, bahkan sejak kecil.

Hal itu tidak bisa dibiarkan dan peran orang tua sangat membantu ketika anak mendapat perlakuan bully dari teman-temannya.

Seperti yang dialami Brandon Tanu. Brandon tergolong anak hiperaktif dengan tingkah yang aneh dan kerap dianggap mengganggu teman-temannya di sekolah. Hal itulah yang membuatnya sering di-bully dan dikucilkan teman-teman sekolahnya.

Pengalaman Brandon Tanu, putra dari pengusaha perempuan Wanda Ponika ini kemudian ditulis dalam buku sebuah berjudul Bully Aja, I Don't Care.

Buku ini mengupas bagaimana tips dan trik anak hiperaktif menghadapi cemoohan, hinaan dan cacian di lingkungan. Seperti yang dialami oleh Brandon.

Menurut Brandon, yang kini tumbuh menjadi pribadi yang dewasa bully tidak bisa dianggap sepele. Namun ia merasa beruntung orang tua sangat perhatian dan membantunya keluar dari situasi terpuruk.

"Tips pertama, bukan memberontak kepada bullying tapi hanya stand up for yourself untuk diri kita sendiri. Kita harus menyadari mengapa mereka bully kita. Karena mereka tidak punya apa yang kita punya," ungkap Brandon saat peluncuran buku Bully Aja, I Don't care di Jakarta, Sabtu (6/4/2019).

"Jangan menyendiri, jangan takut berpendapat menyatakan opini. Jangan takut 'ini opini gue, jangan takut dengan apa yang gue pikir'. Sering kali karena di-bully, jadi dianggap opininya salah, mereka langsung jatuh. Terus kita harus belajar tidak mengeluarkan reaksi karena seorang bully tambah di-bully ketika mereka melihat kita bereaksi," ujar Brandon.

Sementara itu, menurut Wanda Ponika, sebagai orang tua dirinya berusaha menjaga komunikasi yang baik dan terbuka dengan anak.

"Kita orang tua harus lebih mendengarkan, jadi tempat dia sharing. Karena kalau dengan teman dia enggak bisa sharing, dengan guru pun belum tentu bisa sharing. Hanya dengan orang tua bisa sharing. Kalau orang tua jadi tempat yang malah mencaci maki anak, anak ini mau lari kemana," ujar Wanda. (inilah.com)