Pejabat Pemprov Dituntut Mahir Berbahasa Inggris

Pejabat Pemprov Dituntut Mahir Berbahasa Inggris
INILAH, Bandung – Sebanyak 27 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkup Pemprov Jabar mengikuti Diklat Pengembangan Kepemimpian Melalui Komunikasi Publik yang Efektif (English Communication) selama 4 hari, mulai Senin-Kamis (8-11/4/2019). Peserta yang berasal dari instansi perangkat daerah mengikuti kegiatan di kampus Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat Jalan Kolonel Masturi Km 3,5 nomor 11 Kota Cimahi.
 
Sekretaris Daerah Jabar Iwa Karniwa mengatakan, pengembangan kepemimpinan melalui komunikasi publik efektif menjadi bekal pengembangan kompetensi penguasaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar internasional. Nantinya pejabat tersebut memiliki kualitas kepemimpinan aparatur, pembangunan kredibilitas dan citra positif organisasi, serta mampu menjalin hubungan antar lembaga dari dalam negeri maupun luar negeri.
 
“Selama kurang lebih empat hari, peserta akan bergabung dalam sebuah komunitas pembelajaran Bahasa Inggris atau english learning community. Diharapkan, diklat ini menghasilkan lulusan aparatur pemerintahan yang mampu menjadikan peran Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam kepemimpinan berbasis pelayanan serta mampu membangun strategi komunikasi untuk mewujudkan good governance,” kata Iwa.
 
Menurut Iwa, pemimpin yang cerdas bisa berkomunikasi dengan cerdas. Komunikasi yang baik harus menjadi perilaku dan kebiasaan sehari-hari. Dalam hal ini, gaya komunikasi pemimpin harus mengekspresikan jati diri yang asli. Keaslian jiwa harus ditampilkan sebagai bagian dari keterampilan komunikasi.
 
“Cara mendengarkan, cara bertanya, cara berbicara, cara menulis dan bahasa tubuh adalah inti dari karakter komunikasi pemimpin. Semua komponen tersebut harus terus dilatih dan disatukan ke dalam jiwa, sehingga hasil yang ditampilkan mampu memberi kesan sepenuh hati,” jelasnya.
 
Iwa menuturkan, Bahasa Inggris sangat penting pada era globalisasi.  Di era sekarang, memungkinkan terjadi banyaknya persaingan, tidak hanya bidang perdagangan tetapi bisa saja di bidang bisnis.
 
“Contoh nyata dari persaingan bisnis pada saat ini adalah Masyarakat Ekonomi Asean. Dengan MEA memungkinkan banyak warga negara asing bebas memasuki suatu negara yang tergabung dengan ASEAN. Mereka datang untuk mendapatkan peluang kerja, maka dari itu terdapat persaingan yang kuat antara warga negara asli dan warga negara asing. Untuk menghadapi persaingan yang cukup kuat, dibutuhkan skill handal,” ujarnya.
 
Kepala BPSDM Jabar M Solihin mengatakan, diklat ini diharapkan menghasilkan lulusan aparatur pemerintahan yang mampu menjadikan peran Bahasa Inggris sebagai alat komunikasi dalam kepemimpinan berbasis pelayanan. Serta mampu membangun strategi komunikasi untuk mewujudkan good governance, sehingga mampu meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pelayanan aparatur baik dalam maupun luar negeri.
 
“Kami menghadirkan nara sumber dari Widyaiswara BPSDM Jawa Barat dan LAN, praktisi dari Sekretaris Negara, Kemendagri, presenter nasional, akademisi, dan pengarang buku. Metoda pembelajaran berupa ceramah dan tanya jawab, pendalaman materi, studi kasus, diskusi, dan simulasi,” ujarnya.