Waspada, Kasus DBD di Kota Cimahi Masih Tinggi

Waspada, Kasus DBD di Kota Cimahi Masih Tinggi

Jumat, 9 November 2018 | 11:25 WIB
. Ilustrasi/net
INILAH, Cimahi - Kasus Demam Berdarah Dengue  (DBD) di Kota Cimahi masih tinggi. Tercatat dari Januari hingga Oktober 2018,  jumlah penderita DBD sudah mencapai 216 kasus. Dua orang meninggal dunia.

Kasi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Romi Abudrakhman mengatakan, kasus DBD yang tercatat itu tersebar di semua kelurahan se-Kota Cimahi. Sebab, Cimahi termasuk daerah Endemik DBD.

"Kasus DBD tahun ini dibandingkan tahun lalu cenderung stabil. Kita harus jaga,  jangan sampai meningkat. Tingkatkan kewaspadaan," katanya, Jumat (9/11/2018).

DBD merupakan merupakan virus dengue yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Virus tersebut akan masuk ke aliran darah manusia melalui gigitan nyamuk. Penularan virus dengue terjadi bila seseorang yang terinfeksi digigit nyamuk perantara. Pada umumnya, gejala DBD yang terjadi ditandai naiknya suhu tubuh menjadi sangat tinggi, sakit kepala, nyeri sendi dan nyeri otot. 

Dalam level parah, gejala demam berdarah bisa meliputi kerusakan pada pembuluh darah dan kelenjar getah bening, muntah darah, keluarnya darah pada gusi dan hidung, sulit bernafas serta pembengkakan organ hati yang menyebabkan nyeri perut.

"Jika ada gejala seperti itu, segeralah periksakan ke dokter biar cepat ditangani," imbuh Romi.

Dia mengimbau, nyamuk pembawa virus DBD, Aedes aegypti sangat menyukai curah hujan, seperti yang terjadi di Kota Cimahi belakangan ini. Untuk itu pihaknya meminta masyarakat agar memperhatikan lingkungannya. 

Selain itu, masyarakat diminta melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) mengunakan metode 3M plus. Yakni Menguras tempat penampungan air, Menutup tempat penampungan air dan Memanfaatkan kembali barang bekas yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk.

"Adapun plusnya adalah segala bentuk kegiatan pencegahan, seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air," ujarnya.

Menurutnya, musim hujan seperti ini peningkatan populasi nyamuk demam berdarah akan semakin meningkat. Sebab, genangan air sisa hujan akan semakin banyak di mana-mana. Jika tak segera dibersihkan, akan jadi lokasi favorit jentik nyamuk untuk berkembang biak. "Genangan air di ketiak daun aja, nyamuk bisa berkembang biak, apalagi di genangan air yang banyak sampahnya," jelasnya.

Ahmad Sayuti / gin

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 16:55 WIB

    Pemkot Tata Ulang PKL di Monumen Perjuangan

  • Senin, 18 Maret 2019 | 15:47 WIB

    Aksi Solidaritas di Kota Bandung untuk Selandia Baru

  • Senin, 18 Maret 2019 | 03:16 WIB

    Duta Genre Harus jadi Teladan