Ada 592 Pemilih di Lapas dan Rutan Gunung Sindur

Ada 592 Pemilih di Lapas dan Rutan Gunung Sindur
Ada
INILAH, Gunung Sindur- Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) Gunung Sindur kelas III melalukan apel persiapan pengamanan pemilu 2019. Juga dihelat deklarasi anti handphone, pungutan liar dan narkoba (Halinar) 
 
Kepala Lapas Gunung Sindur Kelas III Sopiana mengatakan dari 1.176  warga binaan, petugas dan keluarganya, hingga saat ini jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) maupun Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) mencapai 592 orang.
 
"Dari total 1.176 warga binaan, petugas dan keluarganya jumlah DPT maupun DPTb hanya 592 orang yang terdiri dari 497 warga binaan dan 95 orang lainnya merupakan petugas dan keluarganya," kata Sopiana kepada wartawan, Jumat (12/4).
 
Dia menerangkan untuk 583 warga binaan lainnya yang tidak masuk dalam DPT ataupun DPTb karena akan bebas sebelum hari pencoblosan, warga negara asing, masih dalam proses perekaman data kependudukan hingga tidak terdata kependudukan di domisili asal.
 
"583 warga binaan yang tidak masuk dalam DPT ataupun DPTb karena 38 orang akan bebas sebelum tanggal 17 April, 9 orang merupakan warga negara asing, 88 orang masih dalam proses perekaman data kependudukan dan 448 orang lainnya karena tidak memiliki data kependudukan di domisili asal (bukan warga Kabupaten Bogor), kalau untuk Ustadz Abu Bakar Baasyir hingga saat ini dia belum memiliki KTP elektronik maupun surat keterangan kependudukan karena baru beberapa waktu lalu melaksanakan perekaman," terangnya.
 
Untuk melayani hak pilih pasangan calon Presiden-Wakil Presiden maupun legislatif tersebut, pihak Lapas maupu Rutan Gunung Sindir menyiapkan 5 Tempat Pemungutan Suara (TPS). 
 
"5 TPS tersebut terdiri dari 4 TPS di Lapas Gunung Sindur dan 1 TPS lainnya berada di Rutan Gunung Sindur, untuk jumlah DPT maupun DPTb ini juga masih bisa bertambah hingga tanggal 15 April lusa," terang Sopiana.
 
Pria asli Bandung ini melanjutkan untuk membebaskan Lapas dan Rutan Gunung Sindur dari Halinar, pihaknya tiap tahun melakukan razia dan memusnahkan barang-barang tersebut.
 
"Hasil razia handpone tahun 2017 ada 110 buah, tahun 2018 ada 140 buah dan tahun ini ada 180 buah. Handpone tersebut kami musnahkan berikut charger dan handsfree, sementara untuk narkoba hingga saat ini  belum menemukan di wilayah hukum  kami," lanjutnya.