Bawaslu Kab Bandung Ajak Masyarakat Turunkan APK

Bawaslu Kab Bandung Ajak Masyarakat Turunkan APK
Bawaslu Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi menurunkan APK
INILAH, Bandung- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bandung mengajak seluruh masyarakat berpartisipasi menurunkan alat peraga kampanye (APK).
 
Jelang masa tenang kampanye, kesadaran peserta pemilu untuk menurunkan APK sangatlah rendah. 
 
"Kami mohon bantuan masyarakat untuk sama-sama membantu dalam membersihkan APK. Siapa yang bertanggung jawab menurunkan APK
itu peserta pemilu. Kesadaran mereka tidak ada," kata Komisioner Bawaslu Kabupaten Bandung, Hedi Ardhia, Minggu  (14/4/2019).
 
Hedi mengatakan, saat ini Bawaslu dan Satpol PP diberikan tanggung jawab untuk menurunkan APK. Adapun masyarakat yang ingin membantu tidak masalah karena bagian dari partisipasi.  "Justru baik, kalau masyarakat membantu. Itu bagiapartisipatisi masyarakat," ujarnya.
 
Menurutnya, penurunan APK sudah dilakukan sejak Minggu  (14/4) dini hari serentak di semua wilayah di Kabupaten Bandung. Namun, ia mengatakan belum 100 persen bersih. Sebab kendala waktu, personil dan peralatan. Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilaksanakan hingga pencoblosan.
 
"Jumlah APK yang diturunkan banyak sekali, sehingga kita itu belum mendata satu persatu. Di Soreang  diangkut 3 truk. Dayeuhkolot barusan ada 7 ribu. Belum kecamatan lain. Pasti bisa belasan bahkan puluhan ribu se kabupaten Bandung," katanya.
 
Hedi menambahkan selama masa tenang kampanye pihaknya terus mengawasi pergerakan logistik di KPU dan kesiapannya mendirikan TPS. Selain itu, pihaknya berusaha mencegah politik uang.
 
Menurutnya, pihaknya sudah menyampaikan kepada pengawas tingkat desa dan TPS untuk mempersempit ruang gerak politik uang. 
 
"Isu ini ada di maayarakat, rata-rata mereka mengaku setiap pemilu ada praktek itu (politik uang)," katanya.
 
Hedi menjelaskan, pencegahan dan pengawasan dilakukan juga dengan melakukan patroli. Selain itu, masyarakat diimbau ikut berperan aktif melaporkan jika ada praktik tersebut.