ASMO Bertaraf Internasional Digelar di SMP Darul Hikam

ASMO Bertaraf Internasional Digelar di SMP Darul Hikam
Ilustrasi

INILAH, Bandung - Sekolah Menengah Pertama (SMP) Darul Hikam, Bandung menggelar Asian Sciense and Mathematics Olympiad (ASMO) Sabtu (13/4/2019).

Acara berskala nasional ini, SMP Darul Hikam ditunjuk menjadi tuan rumah seleksi tingkat regional Jabar. 

We Never Lose, We Wither Win or Learn ini, bertujuan meningkatkan kompetensi siswa di Indonesia, agar mampu bersaing di tingkat Internasional khususnya di bidang Matematika dan Sains.

Bidang Kurikulum SMP Darul Hikam, Bandung Yudianto mengatakan, ASMO adalah kegiatan yang bertaraf internasional, sehingga berbagai soal Matematika dan Sains merupakan standar internasional. Sehingga, hal itu juga menjadi salah satu tantangan bagi para peserta khususnya, siswa Darul Hikam.

Ini juga, menurut Yudianto, merupakan salah satu ajang untuk mengembangkan kemampuan siswa dan momen ini khusus diselenggarakan.

"Kami dipercaya dan dipilih sebagai tuan rumah penyelenggara ASMO," kata Wakil Kepala Sekolah  Bidang Kurikulum SMP Darul Hikam Kota Bandung Yudianto.

Dia menambahkan, siswa sudah biasa dengan level standar, kini diberikan dengan soal internasional. Goal-nya ke depan adalah pengembangan kompentensi siswa, dan salah satu target dari ASMO itu adalah untuk tantangan bagi siswa dengan standar yang dimiliki ASMO.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Panitia ASMO Anton Nurhilman mengatakan, dari ajang kompetisi bukan hanya tujuan akhirnya akademik, namun juga ada kultur budaya yang dapat diambil. Ada interaksi antara satu dan yang lainnya.

"Nah nanti di final, pada saat peraihan medali, setiap negara menampilkan budayanya masing-masing. Peraih medali, biasanya menampilkan adat istiadatnya, negara ini khasnya apa. Ini juga menambah pertemanan antarnegara, karena mereka dikumpulkan dengan peserta dari negara lainnya saat final,” paparnya.

Selain itu, Anton mengungkapkan, ada pembentukan karakter yang dapat diambil dari ajang tersebut. Karena setiap peserta tidak saling mengenal dan dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya.

Dengan kata lain, para peserta selain mempersiapkan kemampuan akademik, juga kemampuan bersosialisasi.