Gawat, Pendamping PKH Diduga Intimidasi Warga Pilih Caleg Tertentu

Gawat, Pendamping PKH Diduga Intimidasi Warga Pilih Caleg Tertentu
Ilustrasi
INILAH,Bandung- Kepala Desa Kiangroke Kecamatan Banjaran melaporkan Pedamping Program Keluarga Harapan (PKH) ke Dinas Sosial Kabupaten Bandung. Gara-gara Pemilu?
 
Ya, Pendamping PKH tersebut diduga melakukan intimidasi para penerima PKH untuk memilih salah satu calon legislatif (caleg) DPRRI dan caleg DPRD Provinsi Jawa Barat dari salah satu partai politik.
 
Kepala Desa Kiangroke Enung Nurhayati mengatakan, pada Kamis (11/4/2019), dia didatangi dua orang warganya yang mengeluhkan kelakuan pendamping PKH berinisial AN. Warga kesal, AN mengintimidasi para penerima dana PKH agar memilih salah satu caleg DPRI dan caleg Provinsi Jabar yang dijagokannya. 
 
Jika tidak memilih kedua caleg tersebut, AN mengancam akan menghentikan bantuan PKH yang selama ini mereka terima.  Hal tersebut tentunya bertentangan dengan tugasnya sebagai pendamping PKH.
 
"Dua orang warga ini mengadu kesaya, kemudian saya cek ke lapangan. Dia mengintimidasi para penerima PKH yang selama ini didampinginya. Untungnya keburu ketahuan dan saya hentikan,"kata Enung, Minggu (14/4/2019).
 
Menurut Enung, di desanya itu terdapat sekitar 230 keluarga penerima PKH. Dari sekian keluarga itu, sepengetahuan Enung baru beberapa keluarga penerima PKH yang telah didatangi oleh AN. Untungnya, belum semua keluarga penerima PKH telah mendapatkan intimidasi.
 
"Yang bersangkutan mengakui perbuatannya, saya ada rekaman pengakuan dia. Karena ini bisa membahayakan juga pemerintahan desa, makanya saya segera membuat surat ke Dinas Sosial Kabupaten Bandung, agar AN ini diberhentikan. Dan sebagai bentuk pernyataan kami di pemerintahan Desa Kiangroke sama sekali tidak ada hubungan apa apa dengan tindakan AN ini," ujar Enung. 
 
Enung melanjutkan, penggiringan atau pengarahan dengan intimidasi tersebut, tentunya sangat membahayakan. Selain mencederai nilai nilai demokrasi, bisa juga menimbulkan konflik di masyarakat. Bahkan bisa juga menbulkan konflik antar partai politik peserta pemilu.
 
"Saya tidak mau ada kecurangan dan kekisruhan di desa ini. Makanya saya melaporkan tindakan yang bersangkutan agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan," katanya.