Jelang Pencoblosan, Polisi-TNI Antisipasi Serangan Fajar

Jelang Pencoblosan, Polisi-TNI Antisipasi Serangan Fajar
Polres Bogor dan Kodim 0621 juga mengantisipasi potensi serangan fajar jelang Pemilu, 17 April
INILAH, Cibinong - Selain mengantisipasi potensi kericuhan, aparat Polres Bogor dan Kodim 0621 juga mengantisipasi potensi 'serangan fajar' jelang hari pencoblosan pemilu, 17 April mendatang.
 
"Selain mengantisipasi potensi kericuhan kami juga mengantisipasi potensi 'serangan fajar' yang dilakukan oleh tim sukses pasangan calon Presiden-Wakil Presiden maupun calon legislatif, hal ini kami lakukan untuk mendukung badan pengawasan pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bogor," ujar Kapolres Bogor AKBP Andy Muhammad Dicky Pastika kepada wartawan, Senin (15/4).
 
Pria asli Sulawesi Selatan ini menerangkan dalam antisipasi 'serangan fajar' jajarannya tidak hanya melakukan patroli rutin ke pelosok desa tetapi juga menebar satuan intelejen.
 
"Sejak beberapa hari lalu hingga beberapa hati kedepan kita lakukan patroli siang malam dan operasi intelejen untuk mengantisipasi potensi 'serangan fajar' tersebut, kami ingin pemilihan umum (Pemilu) ini berlangsung jujur dan adil," terangnya.
 
Tahun ini pengamanan pemilu ditingkatkan baik dari segi jumlah personil hingga lamanya waktu pengamanan.
 
"5.000 personil kepolisian dan TNI sudah mulai mengamankan pemilu mulai dari distribusi logistik hingga proses pengangkatan Presiden-Wakil Presiden dan pelantikan anggota legislatif, kami juga dibantu 30 000 aparat Linmas, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," jelasnya.