Warga Kesal, KM 0 Jalur Lingkar Barat Purwakarta Rusak Parah

Warga Kesal, KM 0 Jalur Lingkar Barat Purwakarta Rusak Parah
INILAH, Purwakarta – Proyek pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung menyisakan persoalan bagi masyarakat Kabupaten Purwakarta. Khususnya warga yang wilayahnya terlintasi jalur kereta itu. 
 
Pasalnya, dampak pembangunan membuat jalan lingkungan mereka rusak parah. Misalnya yang terjadi di sejumlah jalur alternatif penghubung antardesa dan kecamatan. Akibatnya, mobilitas warga terganggu. 
 
Hal tersebut terlihat dari mulai KM 0 Jalur Lingkar Barat, sekitar Desa Maracang, Kecamatan Babakan Cikao, sampai Kampung Cilalawak, Desa Cikao Bandung, Kecamatan Jatiluhur. 
 
Asep Eri (45), warga sekitar mengaku, kondisi jalan di sekitar perkampungan sudah lama mengalami kerusakan cukup parah. Banyak lubang menganga menghiasi badan jalan. Saat ini jalur alternatif baru yang menjadi penghubung antarkecamatan itu nyaris lumpuh tak bisa dilalui kendaraan.
 
"Sudah sangat rusak parah. Para pengguna jalan harus berhati-hati karena terdapat lubang menganga," ujar Eri kepada INILAH, Senin (15/4/2019).
 
Menurut Eri, jalur yang baru dibangun pemerintah setempat kerap digunakan untuk operasional kendaraan berat yang mengangkut material kebutuhan proyek.
 
"Gak tahu proyek apa. Yang jelas, banyak kendaraan bertonase besar melintas di jalur ini," jelas dia. 
 
Menurut dia, rusaknya badan jalan di lokasi sudah terjadi sejak pertengahan tahun kemarin. Awalnya, jalan yang mengalami rusak hanya sedikit. Namun, seiring tingginya intensitas pengakutan barang bangunan ke lokasi itu, kondisi jalan semakin parah. 
 
Adanya kerusakan jalan ini, sontak saja menimbulkan keluhan dari para pengguna jalan, terutama para pengendara sepeda motor.  Mereka khawatir, kondisi jalan yang kondisinya telah berlubang cukup besar itu bisa membahayakan. Untuk itu, mereka berharap kondisi seperti ini tak dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah.
 
Apalagi, selama ini jalan tersebut menjadi jalur alternatif antar kecamatan yang mobilitasnya tinggi. Dia berharap kondisi ini bisa segera ditanggulangi. 
 
"Ini menjadi satu-satunya jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Babakan Cikao dan Jatiluhur," jelas dia.