Derita Abiyaksa, Baru Juga Lahir Sudah Rasakan Jadi Pengungsi

Derita Abiyaksa, Baru Juga Lahir Sudah Rasakan Jadi Pengungsi
INILAH, Bandung – Banjir yang masih menggenangi Kampung Ciputat RT 2 RW 6 Kelurahan Andir Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, memaksa Abiyaksa bayi laki laki berusia satu bulan harus menghuni pengungsian di Gedung Inkanas Baleendah.
 
Dalam keadaan serba kekurangan, kedua orang tua Abiyaksa merawat anak pertama mereka.
 
Salsabila Putri (16), orang tua Abiyaksa mengatakan, banjir luapan Citarum masih merendam rumahnya di Kampung Ciputat setinggi kurang lebih 1,5 meter. Saat banjir tiba, ia baru saja melahirkan anak pertama. Tak lama berselang, banjir mulai menggenangi kampungnya. Karena air semakin tinggi, dalam keadaan baru melahirkan, malam malam ia dievakuasi oleh para relawan ke tempat pengungsian.
 
"Anak saya baru lahir seminggu, saya juga badan masih lemah. Eh harus langsung mengungsi ke sini, karena rumah kami sudah enggak bisa ditempati lagi sampai sekarang," kata Putri saat ditemui di pengungsian Gedung Inkanas Baleendah, Senin (15/4/2019).
 
Menurut Putri, sangat berat merawat bayi yang baru lahir di pengungsian. Batapa tidak, untuk tidur saja, bayi yang baru lahir ini hanya beralasakan tikar dilapisi kain planer. Ruangan yang padat dihuni oleh orang dewasa, anak anak dan lansia cukup pengap kurang sirkulasi udara. Berbagai barang bawaan para pengungsi menjadi pemandangan sehari untuk bayi yang sudah menetap selama tiga minggu di tempat itu. 
 
"Sangat repot ngurus bayi di pengungsian. Terutama keperluan air untuk bersih bersih harus mengantri nunggu giliran. Kemudian tiap malam juga anak rewel terus menangis, soalnya pengap, hareudang (gerah), dan juga sempit,. Badan saya juga pegal pegal dan linu, seringkali mual dan ingin muntah,"ujarnya.