Menteri LHK Resmikan Pengelolaan Sampah di Jelekong

Menteri LHK Resmikan Pengelolaan Sampah di Jelekong
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meresmikan fasilitas pengelolaan sampah.
INILAH, Bandung- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya meresmikan fasilitas pengelolaan sampah di pusat daur ulang, Kecamatan Jelekong, Kabupaten Bandung, Senin (15/4). 
 
Peresmian dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap program Citarum Harum agar masyarakat tidak membuang sampah ke sungai.
 
Menteri LHK, Siti Nurbaya mengatakan,  Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun fasilitas pengolahan sampah untuk mendukung program Citarum Harum. 
 
Selain itu, langkah tersebut harus dilakukan terus menerus di tingkat kabupaten dan kota yang ada di seluruh Indonesia.
 
"Di periode pak Jokowi diintensifkan penanganan sampahnya. Macam-macam polanya, pada dasarnya target sampah dikurangi," kata Siti di Baleendah, Kabupaten Bandung, Senin (15/4/2019). 
 
Siti mengatakan, penanganan sampah memerlukan biaya yang relatif besar. Sementara kemampuan anggaran di kabupaten/kota berbeda beda. Sehingga, pemerintah pusat dan provinsi membuat aturan bersama dalam menyelesaikan masalah sampah.
 
"Jadi dalam rangka Citarum Harum, pemerintah pusat diberikan fasilitasi (pengolahan sampah). Jadi untuk menyelesaikan ini ada tekniknya, peralatan dan yang paling penting tenaga dilatih," ujarnya.
 
Siti melanjutkan, tenaga yang dilatih sebanyak 12 orang yang akan mengoperasikan pengelolaan sampah tersebut. "Ini baru pertama dan akan mengerjakan di kabupaten/kota di tempat lain. Bagusnya gak hanya satu," ujar.
 
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menambahkan, selain di Kabupaten Bandung, fasilitas pengelolaan sampah terdapat di Kota Bandung, Cimahi, Subang, Karawang dan Bekasi. Diharapkan dengan adanya fasilitas tersebut maka tidak ada yang membuang sampah ke sungai. 
 
Selain itu, diharapkan mengurangi sedimentasi sungai, kekotoran dan potensi banjir. Dirinya pun berkomitmen untuk memperbanyak fasilitas pengelolaan sampah agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.
 
"Ada 300 stakeholder, hampir seperempatnya komunitas. Kita gunakan mereka untuk mengedukasi soal sampah.  Dengan dipilah, ada duitnya yaitu di bank sampah," katanya.
 
Ridwan Kamil menjelaskan pihaknya juga tengah mempersiapkan kerjasama dengan pegadaian agar mengkonversi sampah menjadi  emas (logam mulia) yang ditabung. 
 
Selain itu, lima titik di Jabar akan menjadi tempat pengolahan plastik menjadi bahan bakar minyak. Dengan investasi Rp 2.8 triliun bekerjasama dengan pihak dari Inggris.