Jelang Pemungutan Suara, PP Muhammadiyah Keluarkan 8 Catatan Penting

Jelang Pemungutan Suara, PP Muhammadiyah Keluarkan 8 Catatan Penting
INILAH, Garut - Menjelang pelaksanaan pemungutan suara Pemilu 2019 pada Rabu (17/4/2019) nanti, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengimbau semua pihak di negeri ini benar-benar dapat menunjukkan kearifan, kedewasaan, kematangan, dan tanggung jawab tinggi dalam menyikapi dan melaksanakan Pemilu 2019. 
 
Dalam keterangan resmi yang diterima, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan Pemilu itu dinilai sebagai proses politik demokratis yang harus disikapi secara cerdas, berkeadaban, dan berkemajuan disertai jiwa kenegarawanan yang utama.
 
Imbauan tersebut tertuang dalam surat pernyataan Nomor: 130/PER/I.0/M/2019 tangal 15 April 2019.
 
Ada delapan pernyataan sikap Muhammadiyah termuat dalam surat tersebut. Antara lain, dukungan PP Muhammadiyah terhadap pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 yang berlangsung umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Sehingga semua pihak harus bekerjasama menyukseskan pemilu, dan pelaksanaannya dari awal hingga akhir dapat dipastikan berlangsung  aman, damai, tertib, lancar, tanpa ada kecurangan, dan penyimpangan.
 
Semua pihak agar menaati ketentuan berlaku serta tidak melakukan aktivitas politik apapun yang dapat mengganggu ketenangan serta mencederai proses pemilu. Media massa, dan media sosial juga hendaknya digunakan menciptakan suasana kondusif, dan harmoni, serta terhindar dari penyebaran berita atau informasi hoax, perseteruan, dan hal-hal yang dapat memanaskan situasi pelaksanaan Pemilu.
 
Komisi Pemilihan Umum dan Badan Pengawas Pemilu, dan institusi terkait dihimbau bekerja benar-benar profesional, netral, terpercaya, jujur, dan adil untuk memastikan setiap warga negara yang memiliki hak pilih dapat memilih secara bebas, aman, rahasia, dan terpenuhi hak politiknya.
 
Penyelenggaraan Pemilu harus berjalan sesuai perundang-undangan yang berlaku, sekaligus dapat menjawab kritik sebagian masyarakat yang meragukan kompetensi dan independensi melalui penyelenggaraan yang seksama dan dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan konstitusional.
 
Aparatur negara hendaknya menjalankan tugas, dan kewajiban sebaik-baiknya dalam mengamankan jalannya Pemilu.  Agar dipastikan tidak terjadi penyalahgunaan hak, wewenang, dan fasilitas negara, sekaligus memberikan rasa aman kepada seluruh warga negara untuk bebas dari segala bentuk gangguan, dan kecurangan. Sehingga Pemilu berlangsung demokratis, aman, damai, gembira, dan sesuai jaminan konstitusi.
 
Seluruh warga pemilih menggunakan hak politiknya penuh tanggung jawab, cerdas, menjaga persatuan, menjunjung tinggi moralitas, toleransi, dan kesantunan, serta menjauhi politik uang, dan segala transaksi yang dilarang oleh agama, moralitas, dan hukum yang berlaku.
 
Semua pihak agar dapat menerima hasil-hasil pemilu dengan sabar, jiwa besar, tenggang rasa, saling menghormati, serta senantiasa bertawakal kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa.
 
PP Muhammadiyah juga mengingatkan bila terjadi sengketa pemilu maka semua pihak agar menyelesaikannya secara konstitusional dengan sebisa mungkin menghindari upaya mobilisasi massa, provokasi, dan aksi politik yang dapat menimbulkan ketegangan, konflik horizontal maupun vertikal, dan anarki yang merugikan kehidupan bersama.
 
Khusus kepada warga Persyarikatan Muhammadiyah, PP Muhammadiyah menghimbau agar warga persyarikatan menggunakan  hak pilihnya serta berpartisipasi aktif dalam proses dan pelaksanaan Pemilu 17 April 2019 dengan menjadikan diri, dan organisasi sebagai teladan terbaik atau uswah hasanah dalam berdemokrasi, memegang teguh kepribadian dan khittah, memelihara ukhuwah, dan marwah persyarikatan, serta menjunjung tinggi akhlak mulia.