Wajib Tahu! Hukum Pasang Behel Gigi dalam Islam

Wajib Tahu! Hukum Pasang Behel Gigi dalam Islam

Sabtu, 8 Desember 2018 | 08:11 WIB
Ilustrasi. NET

BANYAK cara mengubah tampilan jadi tampak indah dan sedap dipandang oleh orang lain. Salah satunya adalah memakai behel gigi atau juga disebut kawat gigi. Apa hukumnya dalam islam?

Biaya memakai behel gigi sangat mahal, itu belum termasuk biaya untuk kontrol setiap bulan. Namun, meski demikian, demi untuk keindahan penampilan, mereka berani merogoh kocek dalam-dalam.

Sebenarnya, bagaimanakah hukum memakai behel gigi?
"Dan aku (setan) sungguh akan menyuruh mereka (mengubah ciptaan Allah), maka sungguh mereka benar-benar mengubahnya". (QS. An-NIsa: 119)

"Diriwayatkan oleh Ibnu Masud, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam melaknat perempuan yang mencabut alisnya, dan merapikan gigi agar terlihat indah. Mereka merubah ciptaaan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Syekh Ibnu Utsaimin ketika ditanya tentang masalah hukum memperbaiki gigi, beliau menjawab bahwa:

"Jika tujuannya untuk mempercantik dan memperindah, maka hukumnya haram. Namun, jika bertujuan karena menghilangkan cacat di gigi, maka diperbolehkan.

Syekh Shalih Al-Fauzan berkata: "Adapun kalau bertujuan untuk pengobatan, atau untuk menghilangkan gigi yang jelek, atau adanya kebutuhan untuk melakukan pengobatan, seperti gigi tidak dapat untuk mengunyah makanan kecuali memperbaikinya dan menatanya, maka diperbolehkan memperbaikinya." (Fatawa Al-Marah Al-Muslimah)

Dari dalil-dalil dan pendapat para Ulama di atas, dapat dipahami bahawa hukum memperbaiki gigi, apabila bertujuan untuk mempercantik atau memperindah, maka haram, dan jika bertujuan karena pengobatan, atau giginya jelek (cacat), maka diperbolehkan.

Jadi, hukum memakai behel gigi, sama dengan hukum memperbaiki gigi, karena behel gigi termasuk salah satu alat untuk memperbaiki gigi. Sedangkan hukum dari memperbaiki gigi dilihat dari dalil-dalil di atas adalah: "Jika bertujuan untuk mempercantik dan memperindah gigi, apalagi hanya mengikuti trend, maka hukumnya haram.

Dan jika bertujuan untuk pengobatan, seperti gigi tidak rata, sehingga tidak bisa dibuat mengunyah makanan, maka hukumnya diperbolehkan. Wallahu Alam. (inilah.com)

Inilah koran / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 27 Maret 2019 | 00:00 WIB

    Redmi Note 7 Pro Belum Pasti Hadir di Indonesia

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 23:30 WIB

    Gigi Siapkan Konser Tunggal, di Kota Mana Saja?

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 22:30 WIB

    Akui Berbohong, tapi Ratna Klaim Tak Sebar Hoax

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 22:15 WIB

    Ratna Sarumpaet: Saya Hanya Sedot Lemak

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 22:00 WIB

    Perang Israel-Hamas Berkobar Kembali

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 16:22 WIB

    Inilah Tips Aman Menggunakan Gas Elpiji

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 13:51 WIB

    Kominfo-MUI Segera Putuskan Fatwa Haram Game PUBG