Pemkab Bandung Siapkan Training Development Center

Pemkab Bandung Siapkan Training Development Center

Senin, 10 Desember 2018 | 17:14 WIB
Ilustrasi. net
INILAH,Bandung - Masih belum terintegrasinya dunia pendidikan dengan dunia kerja, menjadi salah satu penyebab banyaknya calon tenaga kerja di Kabupaten Bandung sulit terserap industri yang banyak tersebar di daerah ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Rukmana mengatakan, pada pelaksanaan bursa tenaga kerja (job fair) tahun lalu, dikunjungi oleh sekitar 15 ribu orang pencari kerja. Namun sayangnya, dari sekian banyak calon pencari kerja itu, yang terserap melalui job fair hanya sekitar 3000 orang saja.

"Ini terjadi karena keterbatasan keahlian (skill) dari calon pencari kerja tersebut. Keahlian rata rata yang dimiliki calon pencari kerja itu tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Selain itu yang sudah kerja juga banyak yang tidak sesuai disiplin ilmunya, contohnya lulusan SMK jurusan otomotif kerjanya jadi kasir, pelayan toko dan lainnya," kata Rukmana, Jumat (16/11/18).

Rukmana menjelaskan, rata rata jurusan yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Bandung, tidak sesuai dengan kebutuhan industri. Industri yang banyak terebar di Kabupaten Bandung dibidang tekstil dan garmen.

"Di SMK itu rata rata jurusannya sudah jenuh, yah akhirnya lulusannya itu sulit diserap dunia kerja. Karena antara suplay dan demandnya enggak nyambung,"ujarnya.

Sebenarnya, lanjut Rukmana, pihaknya bersama Dinas Pendidikan pernah merancang suatu program untuk menyelaraskan masalah tersebut. Namun sayangnya, terjadi peralihan kewenangan urusan SMA dan SMK yang semula di Kabupaten/Kota, kini menjadi kewenangan dan tanggunjawab pemerintah provinsi.

"Ini yang jadi kendalanya, SMK-nya kan sekarang sudah diambil alih sama provinsi. Jadi kita di daerah enggak bisa berbuat banyak, dan kondisi ini memang terjadi juga di daerah lain, seperti di sini kan kebanyakan industri tekstil dan garmen, untuk SMK itu yah seharusnya punya jurusan sesuai dengan industri yang akan menyerapnya nanti,"ujar Rukamana.

Rukmana melanjutkan, untuk mensiasati masalah ini, pihaknya tengah menyiapkan sebuah Training Development Center (TDC). Yakni suatu tempat pelatihan keahlian untuk para calon tenaga kerja. Pelatihan ini tentunya disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja yang banyak terdapat di Kabupaten Bandung.

"Kita kan ada Balai Latihan Kerja (BLK), para pencari kerja bisa dilatih dulu sesuai kebutuhan industri. Di TDC itu nantinya melibatkan unsur akademisi, pelaku industri dan juga pemerintah. Untuk itu kami tengah mempersiapkan sosialisasi, kerja sama dengan dinas terkait lainnya dan juga Bappeda," katanya.

Dani Rahmat N. / jul

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 00:30 WIB

    Pemkab Bandung Sambut Baik Pembentukan Samsat KBU

  • Rabu, 23 Januari 2019 | 20:15 WIB

    Bandung Bebas Sampah 2020

  • Jumat, 18 Januari 2019 | 14:34 WIB

    Dadang Naser dan Anang Dapat Anugerah Green Leadership

  • Selasa, 8 Januari 2019 | 21:38 WIB

    Pemkab Bandung Fasilitasi Layanan Kesehatan Ilham

  • Rabu, 2 Januari 2019 | 11:06 WIB

    PLH Sekda Kabupaten Bandung Dilantik Bupati

  • Jumat, 21 Desember 2018 | 21:47 WIB

    Mall Pelayanan Publik Hadir di Kabupaten Bandung

  • Kamis, 20 Desember 2018 | 17:37 WIB

    Jelang Natal-Tahun Baru, Pemkab Bandung Lakukan OP