Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

Ratusan Santri Gedongan Cirebon Seleksi Magang ke Jepang

Senin, 10 Desember 2018 | 17:35 WIB
. Foto: Erika Lia
INILAH, Cirebon- Sedikitnya 700 santri mengikuti seleksi magang di Jepang yang diselenggarakan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) dan IM Japan, bekerjasama dengan Balai Pelatihan Pemagangan Pondok Pesantren Gedongan Cirebon (BP3GC).

Kasubdit Pemagangan Kemenaker Nita Dwi Apriliawati menyebutkan, seleksi magang ke Jepang juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Indonesia. Namun, untuk pondok pesantren, seleksi hanya berlaku di Pesantren Gedongan Cirebon dan salah satu pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur.

"Selain tes tulis, ada juga tes fisik bagi seluruh peserta, mengingat cuaca di Jepang berbeda jauh dengan Indonesia," tutur Nita aat menghadiri seleksi peserta magang ke Jepang di Pondok Pesantren Gedongan, Kabupaten Cirebon, Senin (10/11).

Program pemagangan ke Jepang, lanjutnya, sudah berlangsung selama 25 tahun atau sejak 1993. Setiap tahun, Indonesia sendiri mengirim 2 ribu peserta magang ke sejumlah perusahaan di Jepang.

Pengiriman peserta dilaksanakan setiap bulan. Namun, jumlah peserta yang dikirim tergantung jumlah peserta yang lolos seleksi.

"Rata-rata Indonesia mengirimkan 150-200 peserta magang ke Jepang setiap bulannya," kata Nita.

Menurut Nita, program ini dapat memberi pengalaman kepada peserta magang perihal etos kerja di Jepang. Etos kerja yang berlaku di Jepang kelak diharapkan dapat membuat para alumni pemagangan ini mandiri berusaha di tanah air.

"Sampai sekarang, ada sekitar 8 ribu pengusaha sukses yang merupakan alumni pemagangan di Jepang," cetusnya.

Kemenaker pun akan terus mengawal para alumni tersebut. Salah satunya dengan mengarahkan para alumni untuk bekerja pada perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia.

Kepala IM Japan Indonesia, Masanobu Komiya menyatakan, Jepang membutuhkan banyak tenaga kerja. Hanya, tujuan utama program magang ini memberi pengalaman kepada peserta magang agar kelak bisa ikut membangun Indonesia.

"Dibanding negara lain yang kami tangani, jumlah peserta magang dari Indonesia merupakan yang terbanyak," ungkap Masanobu.

Selama ini, pihaknya tak membatasi kuota peserta magang. Pihaknya siap menerima berapapun peserta yang lolos seleksi sehingga jumlah peserta magang yang diberangkatkan dari Indonesia setiap bulannya bervariasi.

Sejak 1993, pihaknya sudah memberangkatkan sekitar 308 angkatan peserta magang dari Indonesia. Dari seluruh jumlah peserta magang dari Indonesia, 60% di antaranya bekerja di pabrik, sedangkan 40% sisanya bekerja di kontruksi bangunan.

Ketua Balai Pelatihan Pemagangan Pondok Pesantren Gedongan Cirebon (BP3GC), Ade Tohir mengatakan, peserta yang lolos seleksi pertama akan mendapat pembekalan di Pondok Pesantren Gedongan selama 70 hari. Mereka akan diberi pemahaman terkait bahasa dan budaya Jepang, serta hal lain yang dibutuhkan selama di Jepang.

"Khusus di Pesantren Gedongan, selain dilatih kebutuhan untuk di Jepang, ada juga pengajian kitab kuning," ujarnya.

Menurut Ade, sudah saatnya santri berkembang dalam bidang lain, bukan hanya dari segi agama. Peserta yang lolos seleksi dari Pondok Pesantren Gedongan pun diharap bisa memberi warna lain di Jepang nanti.

"Salah satunya menunjukkan muslim adalah orang yang toleran," tandasnya.

/ dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 16:30 WIB

    Sampah dan Jaringan Kabel Sumbat Drainase Jalanan di Garut

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 14:56 WIB

    Bupati Bogor Minta Pemerintahan Desa Memaksimalkan Potensi

  • Senin, 25 Maret 2019 | 19:45 WIB

    Bupati Subang Luncurkan BUMDes Jawara

  • Senin, 25 Maret 2019 | 15:40 WIB

    38 Sekolah di Garut Terpaksa 'Nebeng' Menggelar UNBK

  • Senin, 25 Maret 2019 | 15:20 WIB

    Duh, Petani Cianjur Terpakasa Jual Gabah Murah

  • Senin, 25 Maret 2019 | 12:30 WIB

    Kampung Maranggi, Upaya Purwakarta Kembangkan Pariwisata