Eks Walkot Cimahi Itoc Segera Disidangkan

Eks Walkot Cimahi Itoc Segera Disidangkan

Senin, 10 Desember 2018 | 18:40 WIB
INILAH, Cimahi – Kejari Cimahi menargetkan akhir 2018, berkas dugaan korupsi yang menjerat mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija bakal segera dilimpahkan ke pengadilan. Kejari pun telah menetapkan tersangka baru dalam dugaan kasus penyelewengan dana penyertaan modal tersebut.  

Itoc Tochija sendiri kini sudah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung dalam kasus yang berbeda. Ia dihukum dalam perkara kasus proyek pembangunan Pasar Atas Baru (PAB).

"Target kami untuk satu tersangka (Itoc Tochija) akhir tahun ini (ke pengadilan)," katanya saat ditemui di Kejari Cimahi, Jalan Sangkuriang, Senin (10/12/2018).

Ia menyebutkan, m penyidik Kejari Cimahi sampai saat ini masih menunggu hasil akhir kerugian negara kasus dugaan korupsi penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007. Saat itu, Pemerintah Kota Cimahi melakukan penyertaan modal kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa.

Berdasarkan hasil audit dari Badan Pengelola Keuangan Provinsi (BPKP) Jawa Barat, kerugian negara akibat kasus tersebut mencapai Rp 37 miliar, dari total penyertaan modal yang mencapai Rp 42 miliar. 

Selain Itoc, ada juga tersangka lain yang kini masih dalam pengembangan Kejari Cimahi. Yakni Idris Ismail dari pihak ketiga, Ajang Sujana selaku mantan Direktur Utama PDJM yang baru ditetapkan sebagai tersangka, dan mantan Ketua DPRD Kota Cimahi, Rd. Sutarja. Naman terakhir sudah digugurkan sebagai tersangka karena meninggal dunia.

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi sudah menetapkan tiga tersangka, yakni mantan Wali Kota Cimahi Itoc Tochija, Idris Ismail dan mantan Ketua DPRD Kota Cimahi, Rd. Sutarja. 

"Hasil pengembangan perkara Pak Itoc bertambah 1 (satu), itu AS selaku Direktur Utama PDJM saat itu," katanya.

Namun, dirinya enggan menyebutkan peran AS dalam dugaan kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) terhadap PDJM itu. 

Seperti diketahui, kasus penyelewengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi tahun 2006-2007 tersebut berawal saat Pemkot Cimahi melakukan penyertaan modal kepada PDJM dan PT Lingga Buana Wisesa sebesar Rp 87 miliar yang dilakukan secara bertahap.

Namun dalam perjalanannya, pembangunan Pasar Raya Cibeureum berganti konsep menjadi Bandung-Cimahi Junction (BCJ) yang saat itu menjadi Pusat Niaga Cimahi (PNC). Tapi, pembangunan itu mangkrak dikarenakan ada masalah hukum. 

Sebelumnya, tim penyidik Kejari Cimahi telah menyita lahan seluas 24,790 meter persegi di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Penyitaan lahan Cibeureum ini sudah berdasarkan penetapan pengadilan untuk dijadikan barang bukti saat persidangan nanti.

"Lahan yang kami sita digunakan sebagai barang bukti dalam persidangan," kata Romadu.

Ahmad Sayuti / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 19:15 WIB

    Ayo, Laksanakan UN Itu Harus Jujur

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 14:14 WIB

    BKKBN Jabar Komitmen Wujudkan KKBPK

  • Senin, 25 Maret 2019 | 19:15 WIB

    323.454 Siswa SMK Jawa Barat Ikuti UNBK 2019

  • Senin, 25 Maret 2019 | 17:45 WIB

    Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK