Inilah Program 100 Hari Kerja Emil-Uu

Inilah Program 100 Hari Kerja Emil-Uu

Selasa, 11 Desember 2018 | 16:13 WIB
. inilah/bambang prasethyo

HANYA dalam waktu tak lebih dari empat bulan, mustahil rasanya seorang gubernur dapat berbuat banyak membangun Jawa Barat semakin maju. Namun sederet Program Kerja ungulan sudah dan beberapa akan direalisasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar di massa 100 hari kerja pemimpin anyar.

Tepatnya Rabu (5/9/2018) lalu, Ridwan Kamil secara resmi menjalan roda pemerintahan sebagai Gubernur Jawa Barat periode 2018/2020. Seratus hari sejak pelantikan itu, bakal jatuh pada bulan Desember ini.

Sedikitnya ada lima visi misi yang diusung  tatkala dirinya secara sah menjadi orang nomor satu di Jabar. Pertama, membentuk manusia pancasila yang bertakwa melalui peningkatan peran mesjid dan tempat ibadah sebagai pusat peradaban. 

Misi kedua adalah, ingin melahirkan manusia yang berbudaya, berkualitas, bahagia dan produktif melalui peningkatan pelayanan publik yang inovatif.

Untuk misi yang ketiga Gubernur yang akrab disapa Emil ini, memiliki keinginan mempercepat pertumbuhan dan pemerataan pembangunan berbasis lingkungan dan tata ruang yang berkelanjutan. Hal tersebut melalui peningkatan konektivitas wilayah dan penataan daerah. 

Misi ke empat  Gubernur yang berpasangan dengan wakil gubernur Uu Ruzhanul Ulum ini, ingin meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi umat yang sejahtera dan adil melalui pemanfaatan tekhnologi digital dan kolaborasi dengan pusat-pusat inovasi serta pelaku pembangunan. 



Dan kelima , mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inovatif dan kepemimpinan yang kolaboratif antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota.

Untuk mewujudkan visi misinya dalam membangun Jabar, Emil tidak akan mengandalkan dana APBD. Menurutnya, dana APBD jauh dari kata cukup untuk membangun Jabar yang wilayahnya sangat luas dan populasi penduduknya yang sangat besar.

"Salah satu kelemahan pemprov yang akan saya perbaiki adalah lobi ke pusat yang kurang maksimal. Jadi saya ingin kalau (anggaran) nggak cukup harus ada sistem gimana saya minta ke pemerintah pusat karena populasi yang harus disuapi, disejahterakan sangat banyak. Itu cara saya," tegasnya.
 
Bahkan, Emil pun tak ragu untuk mencari sumber pendanaan hingga ke luar negeri jika memang diperlukan. Dia menyebut, caranya mendapatkan anggaran sebagai inovasi dirinya agar Pemprov Jabar tidak melulu mengandalkan dana APBD untuk membiayai pembangunan.

"Kalau semua urusan hidup ini hanya mengandalkan APBD, APBD itu hanya 10 persen dari kemampuan membangun negeri. 90 persennya dana umat, CSR (corporate social reaponsibility), public partnership. Saya  akan jadi pemimpin yang tidak hanya administratif, tapi multidimensi. Di mana ada rezekinya saya akan kejar,’harapnya.

Inilah koran

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 16:13 WIB

    Inilah Program 100 Hari Kerja Emil-Uu

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 15:23 WIB

    Ngabret Kejar Target

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 14:35 WIB

    Manjakan Wisatawan di Jabar

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 14:27 WIB

    Kuatkan Pondasi Generasi Milenial

  • Selasa, 11 Desember 2018 | 10:16 WIB

    Desa Puntang Percontohan Desa Digital