BI Bakal Luncurkan Aturan Kredit Prioritas

BI Bakal Luncurkan Aturan Kredit Prioritas

Kamis, 27 Desember 2018 | 17:10 WIB
. ant
INILAH, Bandung - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jabar memprediksi perekonomian daerah penyangga ibu kota ini pada 2019 mendatang bakal melandai.

Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono mengatakan, secara keseluruhan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jabar pada 2018 ini diperkirakan sebesar 5,5-5,9% (yoy). Pada 2019 mendatang, pertumbuhan ekonomi Jabar dipredikisi melandai sebesar 5,3-5,7% (yoy). 

Menurutnya, tidak melonjaknya LPE itu dikarenakan sejumlah faktor utama. Di antaranya, di negara-negara tujuan ekspor Jabar indeksnya menurun. Sejauh ini, pertumbuhan Jabar itu ditopang ekspor produk elektronik, tekstil dan produk tekstil (TPT), serta otomotif. Di negara tujuan ekspor itu, indeks World Trade Volume (WTV) menurun dari 4,2% menjadi 4%. Begitu pula dengan indeks World Economic Outlook (WEO) yang juga menurun.

Dengan turunnya WTE dan WEO itu, Doni memastikan nilai ekspor industri pengolahan Jabar pun ikut menurun. Meski demikian, perekonomian Jabar tetap tumbuh yang didorong sektor konstruksi yang relatif besar. Plus, perdagangan Jabar yang sejauh ini relatif bagus.

"Untuk itu, saya merespons positif Pemprov Jabar yang menjadikan industri pariwisata sebagai solusi. Memang solusi yang tertuang dalam RPJMD (Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah) itu hasilnya tidak bisa dirasakan secara instan. Rencananya, tahun depan BI (Bank Indonesia) akan meluncurkan aturan mengenai kredit sektor prioritas," kata Doni, belum lama ini.

Doni menjelaskan, kredit sektor prioritas yaitu pinjaman untuk komoditas ekspor tertentu. Kehadirannya akan mengurangi current account defisit plus pariwisata. Dia mengaku skema kredit sektor prioritas ini masih digodok BI yang janjinya akan diterbitkan pada 2019 mendatang.

"Sekarang ini, 20% dari total kredit bank itu wajib menyalurkannya ke sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pariwisata. Kalau tidak memenuhi aturan itu bank tersebut kena penalti," ucapnya.

Agar industri pariwisata Jabar itu menggeliat, dia mengimbau setiap lembaga perbankan bisa mendukung strategi Pemprov Jabar. Ke depan, akan ada target kredit pariwisata yang harus dipenuhi perbankan. Adanya aturan kredit sektor prioritas itu akan menghilangkan risiko ketidakjelasan yang memang dihindari perbankan.

Sementara itu, Gubernur Jabar Ridwan Kamil menetapkan pada 2019 mendatang arah pembangunan menuju ke pengembangan industri pariwisata. Selain menjadi provinsi digital, dia mendeklarasikan ekonomi Jabar ke depan menjadikan industri pariwisara sebagai lokomotif pertumbuhan. 

"Pariwisata ini nantinya akan menjadi motor roda ekonomi Jabar. Ke depan, sektor investasi dan pembangunan akan diarahkan ke segitiga emas BIJB (Bandara Internasional Jawa Barat)-Patimban-Cirebon," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Emil ini pun menyiapkan visi pariwisata ke depan untuk direalisasikan. Di antaranya membuat 20 destinasi wisata baru yang tersebar di 20 kabupaten. Selain itu, rencananya pada 2019 mendatang pihaknya menganggarkan Rp80 miliar untuk menata infrastruktur jalan di Pangandaran. Wacananya, pada April 2019 itu Jabar memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) yakni Pangandaran.

"Kita pun akan memperkecil ketimpangan wilayah utara-selatan. Sejauh ini, jalur transportasi darat berupa jalan tol dan rekativasi jalur kereta api pun bergerak. Dengan kemudahan transportasi itu diharapkan akan mempercepat akselerasi ekonomi. Jalur transportasi yang mulus juga menekan inflasi karena harga barang-barang jadi lebih murah," sebut Emil.

Doni Ramdhani / jul

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Harga Minyak Mentah Tergelincir

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:45 WIB

    Dolar AS Kian Menguat, Ini Pemicunya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:15 WIB

    Pekan Terbaik, Emas Naik Tipis

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:15 WIB

    Laba PT Len Industri Tumbuh 117 Persen

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 20:45 WIB

    JNE Bangun Hub ke-14 di Gedebage Bandung

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Realme Gandeng 564 Distributor dan 900 Toko Offline

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 21:20 WIB

    Pindad Produksi Ekskavator Mini

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 17:28 WIB

    Passti Genjot Pembentukan SKKNI Assessment Center