Jalur Kereta Dorong Ekonomi Jabar Selatan

Jalur Kereta Dorong Ekonomi Jabar Selatan

Rabu, 2 Januari 2019 | 17:57 WIB
Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edi Sukmoro (tengah) meninjau pemberangkatan KA Pangandaran. Inilah/Syamsuddin Nasoetion
INILAH, Bandung - Mulai saat ini, roda ekonomi Jabar bagian selatan mendapat perhatian khusus. PT Kereta Api Indonesia (KAI) kini meluncurkan KA Pangandaran relasi stasiun Gambir-Bandung-Banjar pp dan stasiun Bandung-Banjar pp.

Direktur Utama KAI Edi Sukmoro mengatakan, jalur khusus itu menghubungkan kota Banjar, Tasikmalaya, Bandung, hingga Jakarta.

Peluncuran dilakukan di Stasiun Banjar, Rabu (2/1). Menurutnya, keberadaan kereta ini membantu aksesibilitas dan mobilitas warga daerah ke pusat kota.

"KA Pangandaran ini yang pasti akan membantu masyarakat. Hasil bumi dari Jabar selatan juga bisa terangkut. Destinasi pariwisata di sana juga bisa diakses," kata Edi di Stasiun Bandung sesaat sebelum menuju Stasiun Banjar, Rabu (2/1).

Dia menuturkan, peluncuran ini pun dalam rangkaian reaktivasi jalur kereta ke Pangandaran. Rencananya, pada 2019 ini proyek itu akan dimulai. Targetnya, reaktivasi ke Jabar bagian selatan ini akan rampung secepatnya. Dia menyebutkan, dioperasikannya moda angkutan massal ini seiring dengan potensi angkutan penumpang dan barang yang relatif meningkat.

Lebih rinci, Edi menjelaskan satu rangkaian KA Pangandaran itu terdiri dari empat unit kereta eksekutif dan empat unit kereta ekonomi premium. Untuk sekali perjalanan kereta tersebut memiliki kapasitas total 520 kursi. 

Terkait lama perjalanan, untuk jarak sekitar 328,8 km antara Jakarta-Banjar kereta ini ditempuh dalam waktu sekitar delapan jam. Sedangkan, antara Bandung-Banjar dengan jarak 155,8 km itu bisa ditempuh sekitar 4,5 jam saja. 

"Dioperasikannya KA Pangandaran ini merupakan dukungan KAI terhadap program pariwisata Wonderful Indonesia dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat dari Jakarta, Bandung ke wilayah Garut, Tasikmalaya, Banjar dan Pangandaran sehingga dapat mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, ,budaya dan perekonomian di Jabar," jelas Edi. 

Manager Humas Daop 2 Bandung Joni Martinus mengatakan, seremoni peluncuran dihadiri sejumlah tamu VIP. Di antaranya, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Wali Kota Banjar Ade Uu Sukaesih, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Kepala Balai KA Jabar, Kepala Dinas Perhubungan Jabar Dedi Taufik, dan para stakeholder terkait lainnya. 

Mengenai jadwal keberangkatan KA Pangandaran ini, dia menyebutkan setiap harinya terdapat empat rangkaian. Pertama, KA relasi Gambir-Bandung-Banjar berangkat dari Gambir pukul 7.50 WIB dan tiba di Banjar pukul 15.56 WIB. 

Kedua, KA relasi Banjar-Bandung berangkat dari Banjar pukul 16.20 WIB dan datang di Bandung pukul 20.34 WIB. Ketiga, KA relasi Bandung-Banjar berangkat dari Bandung pukul 9.10 WIB datang di Banjar pukul 13.03 WIB. Keempat, KA relasi Banjar-Bandung-Gambir berangkat dari Banjar pukul 13.55 WIB dan tiba di Gambir pukul 22.34 WIB.

Guna meningkatkan minat masyarakat, KAI memberikan tarif promo untuk KA Pangandaran keberangkatan 2 Januari-1 Februari 2019. Tiket tujuan Gambir-Banjar kelas eksekutif dibanderol Rp160 ribu sedangkan kelas ekonomi premium sebesar Rp110 ribu. Harga tiket tersebut diakuinya setara dengan tarif KA Argo Parahyangan relasi Bandung-Gambir.

Khusus tiket KA relasi Bandung-Banjar kelas eksekutif dan ekonomi premium itu hanya dibanderol Rp1. Pembelian tiket promo tersebut bisa didapatkan di loket, melalui KAI Access, dan kanal eksternal resmi lainnya. Pemesanan tiket promo itu bisa dilakukan mulai H-30. Tiket promo tersebut tidak dapat dibatalkan atau diubah jadwal. 

Nantinya, tarif normal setelah masa promo itu untuk kelas eksekutif dikenai tarif batas bawah (TBB) Rp150 ribu dan tarif batas atas (TBA) Rp520 ribu. Sedangkan, untuk kelas ekonomi premium akan dikenai TBB Rp100 ribu dan TBA Rp330 ribu.

Sementara itu, Kadishub Jabar Dedi Taufik menyebutkan pihaknya merespons positif terkait reaktivasi jalur kereta menuju Pangandaran.

Sejauh ini, dia mengaku peranan Pemprov Jabar yakni melakukan perencanaan studi kelayakan. Dia menyebutkan, adanya kereta itu memberikan opsi kepada masyarakat untuk moda transportasi.

"Kalau nantinya dibutuhkan penertiban kita akan bantu melakukannya sesuai dengan pendataan dan inventarisasi dulu. Rencana reaktivasi jalur kereta ini sangat baik karena minatnya tinggi," ucapnya.

Ke depan, untuk reaktivasi itu akan dibuat tim gabungan yang terdiri dari pemerintah pusat, provinsi, dan KAI. Dedi menambahkan, adanya jalur kereta tersebut sebagai trigger untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jabar bagian selatan. Terlebih, saat ini Pemprov Jabar menetapkan Pangandaran sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK). 

Doni Ramdhani / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Harga Minyak Mentah Tergelincir

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:45 WIB

    Dolar AS Kian Menguat, Ini Pemicunya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:15 WIB

    Pekan Terbaik, Emas Naik Tipis

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:15 WIB

    Laba PT Len Industri Tumbuh 117 Persen

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 20:45 WIB

    JNE Bangun Hub ke-14 di Gedebage Bandung

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Realme Gandeng 564 Distributor dan 900 Toko Offline

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 21:20 WIB

    Pindad Produksi Ekskavator Mini

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 17:28 WIB

    Passti Genjot Pembentukan SKKNI Assessment Center