Bulog Jabar Alokasikan Dua Ribu Ton Beras per Hari

Bulog Jabar Alokasikan Dua Ribu Ton Beras per Hari

Kamis, 3 Januari 2019 | 20:18 WIB
Bersama Satgas Pangan, Bulog Jabar bakal mengintensifkan operasi pasar (OP) beras.. INILAH/Syamsuddin Nasoetion

INILAH, Bandung - Bersama Satgas Pangan, Bulog Jabar bakal mengintensifkan operasi pasar (OP) beras.

Kepala Bulog Jabar Ahmad Mamun mengatakan, selain sebagai upaya stabilisasi harga pasar tindakan itu pun berguna dalam menunggu panen raya pada Februari-Maret mendatang.

"Pada operasi pasar kali ini, per harinya kita mengalokasikan beras antara 1.000-2.000 ton," kata Mamun saat pelepasan truk pengangkut beras dari Gudang Bulog Jabar di Gedebage, Kamis (3/1).

Menurutnya, OP dilakukan sepanjang tahun. Guna distribusi barang, dia menyebutkan untuk menyebarkan 1.000 ton beras itu dibutuhkan hingga 100 mobil.

Beras dalam OP tersebut didistribusikan melalui pedagang pengecer, rumah pangan, satgas bulog, kios, hingga penjualan langsung di beberapa pasar tradisional.

Semisal pendistribusian perdana ini pihaknya akan 'melempar' beras ke lima pasar tradisional di Kota Bandung. Yakni, Pasar Kiaracondong, Sederhana, Andir, dan Pasar Baru.

Agar proses distribusi itu aman dan tepat sasaran pihaknya melibatkan pengurus RT/RW dan elemen masyarakat di tingkat paling bawah. Keterlibatan itu dilakukan agar harga di tingkat konsumen relatif stabil dan tidak bergejolak.

Khusus OP kali ini, Mamun menyebutkan jadwalnya mengikuti untuk antisipasi iklim dan bencana. Ini dilakukan agar daerah bisa langsung memanfaatkannya.

Beras yang didistribusikan itu merupakan gabungan beras lokal dan impor. Sebanyak 75.000 ton beras itu berasal dari luar negeri dan 75.000 ton dalam negeri.

Terkait pasokan beras di Jabar, hingga saat ini stok mencapai 234 ribu ton. Ketersediaan bahan pangan pokok ini relatif aman untuk 16 bulan ke depan.

Menurutnya, cadangan beras itu terbagi untuk premium 200 ribu ton dan medium 34 ribu ton. Terkait tingginya pasokan tersebut dia menyebutkan kini ada peralihan dari pemberian raskin ke skema bantuan pangan non-tunai (BPNT). Pasokan yang tersedia itu seluruhnyaberupa beras. Dari cadangan berupa gabah kering giling kini seluruhnya sudah digiling.

Dikarenakan cadangan melimpah, harga di tingkat konsumen pun saat ini terbilang stabil. Harga di tingkat konsumen itu masih sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Yakni, Rp9.450/kg untuk beras medium dan Rp12.800/kg untuk beras premium.

"Sekarang, untuk harga beras ini relatif stabil. Ini karena saat ini komoditas ini terus dipelototi aparat kepolisian yang tergabung dalam tim satgas pangan dan TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) yang juga bekerja. Untuk harga ini pemantauan dilakukan setiap hari aparat kepolisian. Secara berjenjang mereka melaporkan dari Polsek ke Polres hingga ke Polda," ucapnya.

Mamun menyebutkan, untuk tetap menjaga stabilitas harga beras ini hal yang perlu disosialisasikan lebih luas yakni perubahan perilaku masyarakat. Masyarakat diimbau untuk tidak membeli komoditas beras ini dalam takaran yang berlebihan.

"Tok sudah tersebar ke seluruh Jawa Barat. Sudah tersebar ke 45 Gudang Bulog. Ada juga beras premium yang kualitasnya lebih baik. Kami juga mencadangkan beras premium untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Sementara itu, Sekda Jabar Iwa Karniwa menyebutkan pada beberapa hari belakangan ini harga beras di Jabar berada di atas HET yang ditentukan. Untuk itu, pihaknya melakukan OP untuk stabilisasi harga di tingkat konsumen.

"Harga beras yang cenderung naik itu disebabkan adanya anomali cuaca di akhir tahun. Itu mempengaruhi pola tanam yang mengalamai keterlambatan," ucapnya.

Iwa mengaku, dari target sebanyak 667.547 ha lahan sawah yang harusnya ditanami padi tersebut sejauh ini realisasinya baru mencapai 87,43%. Keterlambatan masa tanam itu mempengaruhi produksi beras pada Januari-Maret 2019 ini.

Doni Ramdhani / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Harga Minyak Mentah Tergelincir

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:45 WIB

    Dolar AS Kian Menguat, Ini Pemicunya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:15 WIB

    Pekan Terbaik, Emas Naik Tipis

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:15 WIB

    Laba PT Len Industri Tumbuh 117 Persen

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 20:45 WIB

    JNE Bangun Hub ke-14 di Gedebage Bandung

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Realme Gandeng 564 Distributor dan 900 Toko Offline

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 21:20 WIB

    Pindad Produksi Ekskavator Mini

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 17:28 WIB

    Passti Genjot Pembentukan SKKNI Assessment Center