Ingin Asam Urat Sembuh, Ini Obat Herbal di Sekitar Kita

Ingin Asam Urat Sembuh, Ini Obat Herbal di Sekitar Kita

Rabu, 9 Januari 2019 | 00:15 WIB
Daun Kelor. Istimewa

INILAH, Bandung – Penyakit asam urat, yaitu penyakit radang sendi (arthritis) yang menyebabkan kemerahan, pembengkakan, dan rasa sakit yang datang secara tiba-tiba pada sendi tubuh Anda.

Jempol kaki merupakan bagian yang paling sering terkena asam urat, tetapi penyakit ini juga dapat memengaruhi sendi lain di kaki, seperti lutut, pergelangan kaki, telapak kaki. Asam urat juga kadang terjadi di lengan, tangan, pergelangan tangan, dan siku. Tulang belakang juga bisa terkena meskipun jarang.

Cerita tentang penyakit asam urat sering dialami masyarakat di Indonesia –bahkan menurut info medis tercatat lebih dari 2 juta kasus per tahun di Indonesia. Barangkali ini juga yang pernah Anda alami sendiri?

Dikutip dari Odesa.id: Beberapa bulan lalu, Pak Enos (72) datang ke kantor Yayasan Odesa Indonesia, dia mendengar kabar dari warga bahwa di kantor ini menyediakan tanaman obat. Sebelumnya, Enos dan istrinya sama-sama punya penyakit asam urat yang bisa menyerangnya kapan saja. Akibatnya, dia terhambat kerja, bahkan pada hari ini, istrinya tidak bisa keluar rumah karena kakinya bengkak.

“Dulu saya sudah ke sini (Kantor Odesa Indonesia –Red) dan diberi daun afrika juga daun kelor untuk penyembuhan. Alhamdulillah sembuh. Sekarang kambuh lagi,“ katanya kepada.

Pak Enos dan istrinya sudah merasakan langsung manfaat kedua daun tersebut. Ia meminum rebusan daun afrika atau rebusan teh kelor. “Saya minum ramuan daun afrika direbus pagi dan sore hari. Cepat sembuh sakitnya. Kalau tidak ada daun afrika ya saya minum kelor sayur,” terangnya.

Pak Enos, seperti kebanyakan orang di Kawasan Pasir Impun Cimenyan, mulai memanfaatkan tanaman herbal untuk pengobatan penyakitnya. Yayan Hadian yang biasa melayani warga dalam urusan pertanian mengatakan, kebanyakan warga masih sebatas berburu herbal saat sakit, belum menganggap sebagai makanan bergizi untuk kesehatan.

“Kalau sakit baru ribut nyari daun kelor atau daun afrika, padahal mestinya menanam dan mengonsumsinya rutin,” katanya.

Perilaku warga mengonsumsi herbal ini menurut Yayan sangat bagus karena warga bisa lebih murah dan mudah mendapatkan sumber obat alami yang tanpa banyak risiko, apalagi kebanyakan mereka adalah kelompok petani atau buruh tani miskin. Mereka yang biasanya harus keluar uang banyak ke apotek dan belum tentu sembuh, justru lebih yakin dengan herbal karena fakta penyembuhannya dialami mereka sendiri.

“Sudah banyak bukti di sini, sakit jantung, sakit asam urat, asam lambung, diare, stroke, diabetes hingga masalah ASI beres dengan daun herbal seperti kelor dan daun afrika,” kata Yayan.

Kepada Pak Enos, Yayan berpesan agar mau menanam sendiri, apalagi ada lahan beberapa meter, cukup untuk menanam kelor dan pohon daun afrika. Pak Enos pulang dengan hati riang, berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Yayan, dan bersedia untuk menanam kedua pohon itu di pekarangan rumahnya. Kapan Anda mempraktikkannya?

Inilah koran / Red

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:30 WIB

    Serunya Menuai Keuntungan Tanpa Modal di Era Milenial

  • Sabtu, 23 Maret 2019 | 13:00 WIB

    Vidio Ajak Milenial Cerdas Gunakan Media Sosial

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 15:35 WIB

    Generasi Berencana Menuju Indonesia Emas 2045

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:45 WIB

    Legislator Terus Dorong Generasi Berencana Berkualitas