Pemkab Purwakarta Pasang 40 CCTV di Jalur Rawan

Pemkab Purwakarta Pasang 40 CCTV di Jalur Rawan

Kamis, 10 Januari 2019 | 11:40 WIB
INILAH, Purwakarta – Kabupaten Purwakarta merupakan wilayah kecil di Jawa Barat yang diapit beberapa kabupaten. Sebut saja di antaranya Subang dan Karawang. Wilayah ini menjadi jalur perlintasan antarkabupaten. 

Banyaknya jalur perlintasan menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah setempat untuk meningkatkan keamanan demi terciptanya kenyamanan masyarakat. Terutama dari tindak kejahatan jalanan. 

Adapun upaya yang dilakukan pemerintah, salah satunya memasang kamera pemantau (CCTV) yang disebar di beberapa titik krusial yang dianggap rawan. Kamera pengintai ini menjadi pemantau seluruh aktvitas pengguna jalan di wilayah perbatasan. 

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Purwakarta Suhandi mengatakan, sampai saat ini telah terpasang 40 unit CCTV di sejumlah ruas jalur. Nantinya jumlah CCTV akan ditambah. 

"Memang, jumlahnya belum sebanyak di kota lain. Tapi kami berharap kamera pengintai ini bisa bermanfaat," ujar Suhandi kepada INILAH, Kamis (10/1/2019).

Dia menjelaskan, dalam pemasangan CCTV ini, pihaknya terlebih dahulu berkordinasi dengan pihak kepolisian. CCTV dipasang sesuai arahan polisi, misalnya di titik yang dianggap rawan kejahatan, kecelakaan, dan lainnya. 

"Untuk saat ini, baru terpasang di jalur-jalur protokol dan jalur perbatasan antar kabupaten," jelas dia. 

Untuk meningkatkan efektifitas CCTV, sambung dia, pihaknya sedang melakukan penjajakan dengan Microsoft Indonesia agar kemampuan CCTV yang terpasang di Purwakarta bisa lebih detail dalam pemantauan. 

"Jadi, kemampuan pantauannya meningkat. Misalnya kemampuan untuk mendeteksi nomor kendaraan hasil curian. Daya pantaunya bukan hanya pengawasan tapi mendeteksi dan terintegrasi dengan institusi kepolisian," jelas dia. 

Selain itu, CCTV ini juga telah terinergrasi dengan pihak kepolisian khususnya Polres Purwakarta untuk membantu pemantauan arus lalu lintas di wilayah tersebut. 

"Saat ini kita juga udah terkoneksi dengan TMC Polres purwakarta," tambah dia. 

Suhandi menambahkan, kamera pemantau ini pun terintegrasi dengan aplikasi pelayanan Ogan Lopian milik pemerintah. Masyarakat yang mengalami insiden atau kejadian bisa meminta bukti rekaman ke dinasnya.

"Bisa meminta bukti rekaman tetapi sesuai prosedur," kata dia. 

Adapun prosedur yang harus ditempuh, yakni terlebih dahulu membawa bukti laporan dari pihak kepolisian. Namun alangkah lebih baiknya jika saat meminta bukti rekaman tersebut didampingi aparat kepolisian. 

"Jadi, kalau ada yang mengalami kecelakaan ataupun pencurian yang memang lokasinya terpantau CCTV, masyarakat bisa mengajukan sebagai bukti dan prosesnya kurang dari satu hari," pungkasnya.

Asep Mulyana / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 13:50 WIB

    PLTGU Jawa 1 Cilamaya Akan Rekrut 4.800 Naker Lokal

  • Senin, 18 Maret 2019 | 10:15 WIB

    Akses ke TPA Rusak, Truk Sampah Antre 4 Jam

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 20:30 WIB

    24 Maret, Puncak Gelaran MRSF

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 14:25 WIB

    Empat Korban Helikopter Jatuh di Tasikmalaya Membaik

  • Minggu, 17 Maret 2019 | 14:20 WIB

    Aplikasi Pengaduan Masyarakat Karawang Perlu Perbaikan