Cegah Human Trafficking, Emil Imbau Warga Tidak Tergiur Gaji Tinggi

Cegah Human Trafficking, Emil Imbau Warga Tidak Tergiur Gaji Tinggi

Kamis, 10 Januari 2019 | 16:32 WIB - Oleh: Rianto Nurdiansyah
. Rianto Nurdiansyah
INILAH, Bandung- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengimbau masyarakat lebih bijak ketika menerima tawaran pekerjaan. Dia meminta waspada bilamana ada pihak yang menawarkan sejumlah gaji besar.

Hal tersebut sebagai antisipasi agar tak asa warga yang menjadi korban human trafficking. Apalagi tawaran yang didapat untuk dipekerjakan di luar provinsi ataupun luar negeri.

"Kalau ada orang-orang yang iming-imingi pekerjaan dengan gaji fantastis dan di luar wilayahnya harus curiga, kedua harus cek," ujar Ridwan Kamil dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (10/1).

Menurut dia, perkara ekonomi selalu menjadi 'iming-iming' pihak tak bertanggung jawab yang ditawarkan kepada para korban. Setelah itu para korban dipekerjakan di tempat hiburan malam.

"Misalnya menjadi pemandu lagu di tempat karaoke, secara tidak sadar mereka juga dipergunakan menjajakan seks," katanya.

Karena itu, Emil -sapaan Ridwan Kamil- akan fokus mengupayakan Jabar juara di setiap dimensi. Dari mulai urusan keluarga  peribadatan, ekonomi, pendidikan. Berbagai program yang telah digagas akan menjadi investasi Jabar ke depan.

"Kita kan sudah liat masalah Jabar adalah ketimpangan, ekonomi, infrastruktur dan lain-lain," ucapnya.

Dia memastikan, ekonomi di Jabar akan semakin kuat, seiring diluncurkannya beberapa program. Misalnya Satu Perusahaan Satu Desa, Kredit Mesra hingga Desa Digital agar generasi milenial dapat dengan mudah melakukan aktivitas ekonomi.

"Diharapkan, tidak ada lagi ibu ibu jadi TKW, tidak ada lagi anak-anak yang diimingin-imingi," harap dia.

Untuk membentengi dari kasus human trafficking ini, peran keluarga pun harus benar-benar kuat dan harmonis. Karena itu, pihaknya telah menggagas program Sekoper Cinta.

"Kita mulai yang di dalamnya kekuatan ketahanan keluarga. Jadi batin ada program. Hrusnya anak anak Jabar tidak lagi kebingungan," jelas Emil.

Bilamana menemukan kejanggalan atau adanya potensi human traficking, warga juga bisa melaporkannya via Jabar Quick Response. Hal tersebut sebagai upaya Emil memberikan perlindungan dan memajukan masyarakat di Jabar.

"Soal keluhan-keluhan ada program Jabar Quick reapons. Jadi hulunya lakukan pencegahan, ujungnya juga responsif," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 13:40 WIB

    Kasus DBD Selama Tiga Tahun Terakhir di Jabar

  • Senin, 21 Januari 2019 | 19:33 WIB

    Dinsos Jabar Kembangkan Sistem Manajemen PMKS

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 21:15 WIB

    Ridwan Kamil Akan Buat Cafe "West" di Luar Negeri

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Program Desa Digital, Jalan Jadikan BUMDes Bintang Lima