Pemkot Cimahi Bakal Revisi Perda Retribusi Jasa Usaha

Pemkot Cimahi Bakal Revisi Perda Retribusi Jasa Usaha

Kamis, 10 Januari 2019 | 18:30 WIB
INILAH, Cimahi- Pemkot Cimahi terus berupaya meningkatkan pengasilan asli daerah (PAD) dari sektor benih ikan konsumsi dan ikan hias. Salah satunya dengan cara merevisi Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 3 tahun 2017 tentang Retribusi Jasa Usaha.

Kepala UPT BBIAT Kota Cimahi, Nandang Jayawiguna mengatakan, PAD dari sektor jasa usaha benih ikan didapat dari penjualan ikan konsumsi dan ikan hias yang dimulai sejak Mei 2018,. Besaran PAD yang dihasilkan sekitar Rp 32 juta.

”Mei 2018 kita mulai menjual, dam pengasilannya ada. PAD yang masuk kurang lebih sekitar Rp 32 jutaan,” katanya kepda wartawan di Komplek Nata Endah, Jalan Cibabat, Kamis (10/1).

Ia menyebutkan, untuk meningkatkan PAD dari sektor tersebut, pihaknya akan mengajukan revisi perda. Ada beberapa point yang bakal diubah. Diantaranya soal budidaya jenis ikan dan harganya. Sebab, dalam Perda yang digunakan saat ini, hanya ada beberapa jenis ikan yang diperjualbelikan.

Yakni beni ikan konsumsi lele. Harganya pun disesuaikan dengan ukuran. Harga terendahnya Rp50 per ekor untuk ukuran larva, sedangkan harga tertinggi adalah ukuran 9-12 cm yang dipatok Rp400 per ekor. 

Kemudian, benih ikan nila yang dijual sesuai ukuran. Harga terendah benih nila ukuran larva ialah Rp 25 per ekor. Sedangkan harga tertinggi Rp200 ekor untuk ukuran 9-12 cm. Untuk ikan mas, harga terendah adalah Rp50 per ekor untuk ukuran larva. Sedangkan harga tertinggi Rp250 per ekor untuk ukuran 9-12 cm.

Begitupun dengan harga jual ikan hias yang rencanannya bakal diubah dalam Perda. Saat ini, ada beberapa ikan hias yang dibudidayakan di BBIAT yang tercantum dalam Perda. Seperti ikan frontosa yang dijual Rp150.000 per ekor dan Mas Koki Ranchu yang dijual Rp150.000 per ekor.

"Mudah-mudahan ada peningkatan terus. Sekarang kita udah jual ikan lele dan nila. Ikan hiasnya ada frontosa," ujarnya.

Nandang melanjutkan, dengan rencana perubahan Perda nanti, diharapkan PAD dari budidaya ikan bisa meningkat. Apalagi, dirinya mengklaim
permintaan benih ikan semakin meningkat. Meskipun tidak terlalu besar, namun tahun ini menargetkan Rp 40 juta dari retribusi sektor ini.

Sejak resmi dikomersilkan tahun lalu, memang setiap harinya ada saja konsumen yang membeli benih ikan dari BBIAT, terutama ikan konsumsi, bahkan cenderung meningkat. Termasuk dari wilayah tetangga, seperti Bandung Barat dan Kota Bandung.

Ahmad Sayuti / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 19:15 WIB

    Ayo, Laksanakan UN Itu Harus Jujur

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 14:14 WIB

    BKKBN Jabar Komitmen Wujudkan KKBPK

  • Senin, 25 Maret 2019 | 19:15 WIB

    323.454 Siswa SMK Jawa Barat Ikuti UNBK 2019

  • Senin, 25 Maret 2019 | 17:45 WIB

    Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK