Kaum Difabel Butuh Empat Komponen, Kepercayaan Salah Satunya

Kaum Difabel Butuh Empat Komponen, Kepercayaan Salah Satunya

Kamis, 10 Januari 2019 | 20:13 WIB
INILAH, Bandung-Yayasan Daya Inspirasi Disabilitas Indonesia menilai potensi masyarakat berkebutuhan khusus alias kaum difabel belum dapat dimanfaatkan dengan maksimal. Padahal bila bicara soal kemampuan, dapat bersaing dengan masyarakat pada umumnya.

Ketua Yayasan Daya Inspirasi Disabilitas Indonesia Dudu, mengatakan, ada empat komponen yang harus diberikan oleh pemerintah dan masyarakat kepada para kaum difabel. Dari mulai kepercayaan, kesempatan, wadah, dan juga pendampingan.

"Setiap difabel punya potensi dan bisa mandiri. Pemerintah dan masyarakat harus memberikan kesempatan empat poin itu," ujar Dudu di Kota Bandung, Kamis (10/1/2019).

Dia sampaikan, dalam undang-undang tahun 2016 sebesar 2 persen kaum disabilitas bisa bekerja di lembaga negara, dan 1 persen di lembaga swasta. Namun hal tersebut masih menjadi akar permasalahan yang tak kunjung dipahami oleh pemerintah.

"Saya kira akar permasalahan ada di pemahaman undang-undang. Padahal potensi kaum disabilitas sangat luar biasa dimanfaatkan," ucap dia. 

Sementara itu, Calon Anggota Legislatif DPR-RI dapil I (Bandung-Cimahi) Boyke Febrian Mohammad menilai seiring perkembangan zaman kemampuan difabel itu setara dengan masyarakat normal. Dengan adanya kondisi seperti ini, dia berharap aspirasi dari para difabel bisa sampai pada legislatif agar payung hukum untuk difabel lebih jelas lagi. Dengan begitu, sakan ada kesetaraan difabel di dunia lapangan kerja.

"Difebel kedepannya harus mendapatkan porsi yang sama dalam lapangan pekerjaan jangan ada dibedakan jika kemampuan setara," ucapnya. 

Boyke menambahkan, dari hasil diskusi dengan Dudu sebagai ketua yayasan difabel, banyak soal potensi yang dimiliki oleh yayasan tersebut. Sehingga kata Boyke, pihaknya akan menampung apa yang menjadi keinginan soal pengembangan potensi dari para kaum disabilitas. 

"Saya siap membawa aspirasi mereka. Karena saya mendengar banyak curhatan dari Dudu," pungkasnya.

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 19:15 WIB

    Ayo, Laksanakan UN Itu Harus Jujur

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 14:14 WIB

    BKKBN Jabar Komitmen Wujudkan KKBPK

  • Senin, 25 Maret 2019 | 19:15 WIB

    323.454 Siswa SMK Jawa Barat Ikuti UNBK 2019

  • Senin, 25 Maret 2019 | 17:45 WIB

    Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK