Bogor Melawan Stunting

Bogor Melawan Stunting

Jumat, 11 Januari 2019 | 11:20 WIB
. Net
INILAH, Bogor - Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan meluncurkan program pendidikan keluarga pada 1.000 Hari Pertama kehidupan ( HPK ) dan anak usia 3-6 tahun di IPB Convention Centre.

Program ini diluncurkan karena peran pendidikan keluarga sangat penting dalam proses tumbuh kembang anak, terutama pada saat 1.000  HPK . Pada masa inilah proses tumbuh kembang seorang anak dimulai.

Orang tua juga memiliki peran sangat penting untuk memberikan perawatan dan pengasuhan yang berkualitas sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pola pengasuhan yang berkualitas mampu menekan dan mengurangi kasus stunting atau kekerdilan akibat kekurangan gizi pada anak-anak usia dini.

“Yang melatarbelakangi perlunya pendidikan keluarga pada 1.000 HPK adalah mencegah terjadinya adstunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang salah satu sebab pokoknya adalah kekurangan gizi akut. Masalah gizi merupakan masalah yang kompleks hingga harus menjadi tanggung jawab bersama,” ucap Iwan Setiawan kepada wartawan, Kamis (10/1).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Gerindra Kabupaten Bogor ini menerangkan, masalah gizi secara langsung dipengaruhi oleh faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi.  “Hal yang menyebabkan rendahnya asupan gizi adalah faktor konsumsi makanan dan penyakit infeksi. Keduanya merupakan faktor yang saling mempengaruhi. Sedangkan penyebab tidak langsungnya adalah ketersediaan dan pola konsumsi rumah tangga, kesehatan lingkungan dan pola asuh,” terangnya.

Untuk itu, Iwan mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam mendukung terwujudnya gizi seimbang menuju bangsa sehat berprestasi dan percepatan perbaikan gizi 1000 HPK.

“Dengan upaya yang maksimal salah satunya melalui pendekatan keluarga, kita akan mampu mencapai hasil yang lebih baik di masa depan asalkan kita dengan sungguh-sungguh melakukannya,” papar Iwan.

Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini melanjutkan paket pendidikan keluarga untuk 1.000 HPK di Kabupaten Bogor telah berlangsung sejak tahun 2017 hendaknya terus dikembangkan secara intensif untuk mengembangkan kemampuan spiritual, intelektual, emosional, kinestesis dan sosial dasar anak serta mengoptimalkan masa emas pertumbuhannya dalam lingkungan bermain yang edukatif dan menyenangkan.

"Angka balita stunting di Kabupaten Bogor menurun drastis dari 159.000 jiwa pada tahun 2016 menjadi 25.000 jiwa karena adanya program pemberian makanan tambahan, melaksanakan pola hidup bersih sehat, metubah perilaku makan dan lainnya hingga Kabupaten Bogor menjadi daerah percontohan di tingkat nasional. Keterlibatan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) maupun masyarakat harus ditingkatkan untuk menekan angka balita penderita stunting," lanjutnya.

Reza Zurifwan / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:30 WIB

    Bima Arya Menuju Australia, Ini Agendanya

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 19:30 WIB

    Bogor Rajanya Geothermal di Indonesia

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 16:35 WIB

    Kabupaten Bogor Masih Kurang 120 Ribu Blanko KTP

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Jadi Bapak Kopi, Iwan Janji Maksimalkan Kopi Bogor

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 21:15 WIB

    Internal RSUD Kota Bogor Masih Jagokan Dewi

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 17:00 WIB

    Herman Ingin Berhenti Mengemis, Asal..

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 16:40 WIB

    Herman Si Pengemis Kaya Akui Punya Istri Tiga