Muspida Andalkan Aparatur Wilayah Jaga Kamtibmas

Muspida Andalkan Aparatur Wilayah Jaga Kamtibmas

Jumat, 11 Januari 2019 | 11:35 WIB
. Foto: Rizki Mauludi
INILAH, Bogor - Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menginstruksikan aparatur wilayah untuk mengidentifikasi titik-titik rawan di wilayahnya dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan masing-masing.

Hal tersebut disampaikan Bima dalam rakor Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) di Gedung Kemuning Gading yang dihadiri ratusan peserta terdiri atas seluruh RW, RT, lurah, camat, anggota Bhabinkamtibmas, anggota Babinsa, dan kepala sekolah SMA seluruh Kota Bogor, Kamis (10/01/2019) siang. 

"Saya minta dalam seminggu sudah ada laporan pemetaan titik-titik rawan di semua wilayah, nanti akan kami tampilkan di 'command center' Balai Kota Bogor. Saya minta segera diidentifikasikan," ungkap Bima usai rakor kepada awak media. 

Bima melanjutkan, beberapa catatan bagi aparatur wilayah utamanya dalam menjaga dua hal paling berharga yang dimiliki Kota Bogor, yakni keamanan dan kebersamaan. 

"Saya juga meminta para camat serta lurah untuk memastikan fasilitas publik yang ada di wilayahnya berfungsi dengan baik, mengintensifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) beserta sistem pelaporan," tambahnya. 

Untuk memastikan hal itu, Bima berjanji, secara langsung akan turun ke wilayah untuk mengecek keamanan. Selain itu, para lurah diinstruksikan agar lebih mengefektifkan dasawisma karena luar biasa untuk kamtibmas selain sebagai perpanjangan tangan aparat di wilayah. 

"Dalam waktu tiga bulan saya ingin dasawisma ini naik diatas 70 persen," tutur Bima.

Bima menambahkan, dua hal berharga yang tidak dimiliki kota lain adalah kebersamaan dan keamanan seperti yang ada di Kota Bogor.

"Saling pengaruhi apapun yang terjadi tidak akan bisa diambil. Saya juga mengingatkan, jelang hajat Pilpres 2019 seluruh aparat dapat mengakselerasi jaga dua hal tersebut yakni kebersamaan dan keamanan. Penting tingkatkan komunikasi dan koordinasi," kata Bima.

Kapolresta Bogor Kota Kombres Polisi Hendri Fiuser mengatakan, dirinya mengapresiasi secara cepat aparat wilayah dapat merespon kejadian. Tetapi hal itu harus dijaga serta dirawat dari tingkat  RT, RW sampai ke kecamatan juga harus menjaga kamtibmas dengan merapatkan barisan.

"Ini harus tetap berjalan, responnya harus cepat. Karena bisa jadi kita menghirup udara biasa saja, kalau tidak dimaintane nanti bisa jadi terasa sakit. Kami bersama-sama menjaga kamtibmas," pungkasnya.

Rizki Mauludi / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:30 WIB

    Bima Arya Menuju Australia, Ini Agendanya

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 19:30 WIB

    Bogor Rajanya Geothermal di Indonesia

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 16:35 WIB

    Kabupaten Bogor Masih Kurang 120 Ribu Blanko KTP

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Jadi Bapak Kopi, Iwan Janji Maksimalkan Kopi Bogor

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 21:15 WIB

    Internal RSUD Kota Bogor Masih Jagokan Dewi

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 17:00 WIB

    Herman Ingin Berhenti Mengemis, Asal..

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 16:40 WIB

    Herman Si Pengemis Kaya Akui Punya Istri Tiga