Belum Terakreditasi, 800 Rumah Sakit Tetap Layani BPJS

Belum Terakreditasi, 800 Rumah Sakit Tetap Layani BPJS

Jumat, 11 Januari 2019 | 17:40 WIB
Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf . INILAH/Raden Dani Rahmat Nugraha
INILAH, Bandung - Sebanyak 800 rumah sakit (RS) dari 2800 yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di Indonesia, masih belum terakreditasi.

Meski begitu, rumah sakit yang belum terakreditasi masih bisa melayani pasien BPJS. Hal tersebut dikatakan Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf di Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (11/1).

Kata dia, rumah sakit yang belum terakreditasi diberi waktu enam bulan ke depan untuk menuntaskan akreditasi mereka.

"Enam bulan sampai Juni rumah sakit yang belum harus menyelesaikan akreditasi, kalau tidak selesai BPJS boleh tidak bekerjasama lagi dan dipindahkan ke yang lain," kata Dede sela kunjungan ke Soreang, Kabupaten Bandung.

Menurut Dede,  selama proses akreditasi rumah sakit tetap melayani BPJS.  Ia mengimbau agar Menteri Kesehatan serta asosiasi rumah sakit dan komite akreditasi untuk mengawasi proses akreditasi. Serta tetap meningkatkan kualitas mutu pelayanan.

Dede menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir terkait isu BPJS yang tidak lagi bekerjasama dengan rumah sakit. Sebab setelah ia memanggil Menteri Kesehatan, BPJS, Komite Akreditasi dan Asosiasi rumah sakit tidak ada pemutusan lagi kerjasama BPJS dengan rumah sakit di Indonesia.

"BPJS, Menkes, Komite akreditasi dan asosiasi rumah sakit sudah dipanggil. Tidak boleh ada penghentian pelayanan,"ujarnya.

Dede mengatakan akreditasi dilakukan untuk menjaga kualitas pelayanan rumah sakit dan obat. Pihaknya juga mengimbau agar rumah sakit yang tengah diakreditasi agar memperhatikan mutu.

"Dalam akreditasi itu kan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Seperti diantaranya, lorong UGD yang luas, jumlah dokter, IPAL yang memenuhi standar dan lain sebagainya. Diharapkan dalam enam bulan kedepan rumah sakit yang belum segera memenuhinya,"ujarnya. 

Dani Rahmat N. / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 25 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Mendikbud: UNBK Hilangkan 99 Persen Kecurangan

  • Senin, 25 Maret 2019 | 14:23 WIB

    Ternyata Benar, Jokdri Bisa Jadi Tersangka Match Fixing

  • Senin, 25 Maret 2019 | 13:40 WIB

    Aliran Dana ke Rekening Joko Driyono Diperiksa

  • Senin, 25 Maret 2019 | 13:01 WIB

    Rommy Bohong? Kiai Asep Pun Bantah Beri Rekomendasi

  • Senin, 25 Maret 2019 | 11:25 WIB

    Topan Idai, Lebih 400 Orang Tewas