Wajah Penusuk Noven Sudah di Tangan Polisi, Sketsa Segera Disebar

Wajah Penusuk Noven Sudah di Tangan Polisi, Sketsa Segera Disebar

Sabtu, 12 Januari 2019 | 14:59 WIB
Aparat kepolisian sudah mendapatkan wajah pelaku penusukan Adriana Yubelia Noven. INILAH/Rizki Mauludi

INILAH, Bogor - Aparat kepolisian sudah mendapatkan wajah pelaku penusukan siswi SMK Baranangsiang kelas XII Busana, Adriana Yubelia Noven (18).

Polisi mendapatkan wajah pelaku dari penulusuran saksi-saksi dekat Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota Kompol Agah Sonjaya mengatakan, untuk wajah telah didapat dan masih proses pembuatan sketsa wajah pelaku.

"Belum disebar, masih proses. Sket wajah digambar, berdasarkan keterangan saksi-saksi," ungkap Agah kepada INILAH saat dihubungi pada Sabtu (12/01) Siang.

Agah melanjutkan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi lagi, untuk saksi remaja yang mengenakan seragam pramuka dan melintas sesaat sebelum kejadian belum ditemukan.

"Anak yang mengenakan pramuka belum ditemukan, tapi tidak terlalu penting juga. Masih banyak orang yang melihat pelaku," tambahnya.

Agah membenarkan, bahwa pelaku diketahui lari ke arah terminal dan itu banyak orang yang melihatnya. "Iya benar," ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto mengatakan, aparat kepolisian masih terus bekerja bahkan selama 24 jam untuk mengungkap kasus ini.

"Kapolres sudah sampaikan proses dilakukan 24 jam, sampai kurang tidur karena terus dikejar. Kepolisian menggunakan pendekatannya 'scientific'," ungkap Bima.

Bima menjelaskan, ada tim khusus dari kepolisian yang bertugas dan sudah ada pengembangan-pengembangan.

Namun, belum bisa disampaikan kepada publik. Menurut Bima, metode "scientific" adalah penelusuran melalui teknologi dengan perangkat-perangkat teknologi yang ada sekarang. Penelurusan terkait dengan korban sudah dilakukan melalui akun-akun dan alat komunikasi milik korban.

"Inilah yang sedang dikembangkan oleh teman-teman di kepolisian. Kami terus berkoordinasi. Kasus pembunuhan Andriana sudah menjadi atensi publik tidak hanya di Bogor, tetapi di Indonesia. Banyak orang bertanya kenapa pelaku setega dan sebiadab tersebut melakukan perbuatannya. Ini perlu ditindaklanjuti," bebernya.

Bima membenarkan sulitnya mengungkap pelaku kejahatan. Padahal, bukti-bukti seperti rekaman kamera pemantau dan keterangan saksi-saksi sudah ada. Sejauh ini, memang belum adanya kecocokan antara keterangan saksi dan CCTV.

"Sampai saat ini belum ada yang cocok, keterangan saksi bagaimana, sosok di CCTV di mana, yang diuji sekarang alibi-alibi itu. Saya optimistis aparat kepolisian dapat mengungkap kejahatan tersebut dengan pendekatan "scientific" yang dilakukan dengan melibatkan Mabes Polri serta Polda Metro Jaya," tegasnya.

Rizki Mauludi / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 22 Maret 2019 | 23:30 WIB

    Bima Arya Menuju Australia, Ini Agendanya

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 19:30 WIB

    Bogor Rajanya Geothermal di Indonesia

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 16:35 WIB

    Kabupaten Bogor Masih Kurang 120 Ribu Blanko KTP

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 15:15 WIB

    Jadi Bapak Kopi, Iwan Janji Maksimalkan Kopi Bogor

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 21:15 WIB

    Internal RSUD Kota Bogor Masih Jagokan Dewi

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 17:00 WIB

    Herman Ingin Berhenti Mengemis, Asal..

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 16:40 WIB

    Herman Si Pengemis Kaya Akui Punya Istri Tiga