Generasi Milenial Dominasi Len Industri

Generasi Milenial Dominasi Len Industri

Senin, 14 Januari 2019 | 22:00 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
. ISTIMEWA
INILAH, Bandung - PT Len Industri mengikuti perubahan zaman. Direktur Utama Len Zakky Gamal Yasin mengubah stigma negatif yang biasa lekat pada perusahaan teknologi milik negara.

Menurutnya, kini badan usaha milik negara (BUMN) tersebut memberdayakan potensi generasi milenial. Dengan visi menjadi perusahaan teknologi kelas dunia, kini sekitar 70% karyawan Len Industri itu merupakan generasi muda usia. Bahkan, di perusahaanya mereka akrab dengan sebutan millenial innovator (milenovator). 

"Kita ingin mendobrak stigma lama yang menganggap BUMN itu terkenal dengan sistem birokrasi yang kuno, pola pikir yang kaku, serta lingkungan kerja yang membosankan. Kita ingin mengubah itu," kata Zakky dalam keterangan resmi, Senin (14/1/2019).

Untuk itu, pihaknya memberikan panggung kepada para milenial untuk berkembang. Tak hanya menempati posisi manajerial, mereka pun terlibat aktif dalam beberapa kegiatan utama Len Industri. 

Dia menuturkan, langkah strategis itu diambil untuk menyesuaikan tuntutan generasi milenial yang relatif lebih fleksibel dan modern. Di lingkungan kerja pun, Len Industri mengantisipasi dengan menghadirkan co-working space yang nyaman bagi para milenial untuk menghasilkan potensi terbaiknya.

Sejalan dengan semangat baru tersebut, kini Len Industri sedang menggodok pembuatan seragam baru yang relatif cocok dan identik dengan milenial. Harapannya, selain membawa semangat baru dalam bekerja seragam kerja itu pun tampil kekinian untuk membangun inovasi bagi negeri.

"Para milenovator ini merupakan generasi harapan pemegang posisi kunci inovasi di Len Industri untuk 10-15 tahun ke depan. Untuk mendukung visinya, Len Industri mempersiapkan pembekalan yang disebut dengan Len Way. Dimana, budaya knowledge management, coaching, innovation, dan leadership terus digulirkan secara berkala. Saat ini, Len Way membangun para pejuang masa kini untuk menebarkan semangat inovasi BUMN membangun negeri untuk bangga menjadi bagian dari keluarga BUMN," jelasnya.

Zakky menyebutkan, generasi milenial memiliki kelebihan cenderung lebih mahir dalam memaksimalkan pemakaian teknologi. Mereka pun relatif lebih menyukai tantangan dan mementingkan dampak terhadap masyarakat serta lebih peduli dengan value daripada kompensasi.  
Perusahaan diuntungkan dengan lahirnya perspektif baru serta kemampuan teknis yang membantu perusahaan. Kelebihan-kelebihan tersebut memacu sejumlah perusahaan teknologi seperti Apple, Amazon, dan Google untuk mempekerjakan generasi milenial.

Kini, Len Industri didukung talenta terbaik di bidangnya sehingga mampu mengembangkan lini-lini bisnis seperti renewable energy, defence electronics, information & communication technology, navigation systems, dan railway transportations. Saat ini, perusahaan pelat merah itu memiliki beberapa anak perusahaan yakni PT Len Railway Systems, PT Surya Energi Indotama, PT Eltran Indonesia, dan PT Len Telekomunikasi Indonesia. Terakhir, anak usaha PT Len Rekaprima Semesta kini ditugaskan untuk melakukan operation and maintenance Skytrain Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan maintenance LRT Sumatera Selatan.

Sejalan dengan itu, Vice Manager Business Development Len Industri Haidir Afesina menjelaskan untuk memacu antusiasme para milenovator itu pihaknya mengadakan Milenovation Award. Wadah ini sebagai ajang kontestasi tahunan untuk para milenial Len. Dalam ajang ini, mereka ditantang untuk menghadirkan inovasi pemikiran yang dituangkan dalam sebuah program, sistem, atau produk prototipe yang berorientasi bisnis dan memberikan solusi bagi negeri dalam rentang waktu enam bulan. 

"Milenovation Award diharapkan dapat menumbuhkan semangat inovasi karya anak bangsa yang membentuk karakter pejuang masa kini sebagai generasi harapan bagi Len Industri dan tentunya bagi kesejahteraan dan kemajuan bangsa," tutur Haidir.

Sebagai gambaran, pemenang Milenovation Award 2018 diraih tim yang menciptakan tools crib berbasis Web dan RFID Reader. Tools crib ini merupakan sebuah inovasi sistem aplikasi peminjaman tools yang lebih efisien dan paperless. Sehingga, mempermudah bagian perencanaan produksi untuk merencanakan jadwal produksi yang lebih akurat. 

Sedangkan, pada posisi kedua diraih tim dengan produk yang diberi nama LenSOS. LenSOS merupakan sebuah sistem yang memiliki battery pack dan inverter serta folded solar cell yang bisa menjadi pembangkit tenaga listrik pada kondisi darurat seperti bencana alam. Selain itu, LenSOS dilengkapi dengan radio transceiver dan satelite phone untuk memperlancar komunikasi pada saat infrastruktur komunikasi terputus atau rusak. 

"Perusahaan berharap banyak ide-ide kreatif, inovatif dari para milenial yang bisa ditampilkan dari diadakannya ajang ini. Kami berharap ide-ide tersebut bisa diimplementasikan secara nyata bagi kemajuan negeri," ucapnya.

Doni Ramdhani / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:45 WIB

    OJK Dukung Jabar Gunakan Obligasi Daerah

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Sinergi BUMN Bidik Pasar Mancanegara

  • Selasa, 22 Januari 2019 | 21:00 WIB

    Garudafood Sehati Ajak Ibu-ibu Berwirausaha

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:30 WIB

    DP 0%, Perusahaan Pembiayaan Wait and See

  • Senin, 21 Januari 2019 | 22:00 WIB

    OJK Optimistis IJK Jabar Tumbuh Positif

  • Senin, 21 Januari 2019 | 21:30 WIB

    Apindo Dukung Pemerataan Industri di Jabar

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 17:15 WIB

    600 Warga Bandung Belanja Rp50 Ribu Dapat Bakso Gratis

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 16:00 WIB

    Tarif Pengiriman JNE Naik 20%

  • Minggu, 20 Januari 2019 | 06:00 WIB

    Asosiasi Pertambangan Indonesia Gelar Edukasi Publik