Tidak Akan Bahagia! Orang Ketiga Sebuah Hubungan

Tidak Akan Bahagia! Orang Ketiga Sebuah Hubungan

Senin, 14 Januari 2019 | 22:25 WIB
Ilustrasi. Net

INILAH, Jakarta - Persoalan orang ketiga di dalam sebuah hubungan dan rumah tangga saat ini semakin menarik perhatian.

Anggapan orang ketiga selalu negatif memang sangat erat di mata masyarakat. Perebut laki orang atau (pelakor), kini semakin terlihat dan dibahas di masyarakat.

"Singkat kata, persoalan orang ketiga tidak akan ada habisnya. Menjadi orang ketiga, selalu negatif. Tidak ada kisah bahagia yang bisa disematkan pada kasus hadirnya orang ketiga. Siapa pun yang terlibat, baik istri, suami, atau si-orang-ketiga, sejatinya tidak bahagia," papar Psikolog Tika Bisono, MPsi, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta, Senin, (14/1/2019).

Menurutnya, jika ada orang ketiga atau pelakor yang mengaku bahagia karena menjalankan hal tersebut, hal itu adalah sangat tidak benar. "Bohong kalau ada pelakor atau orang ketiga mengaku bahagia," papar psikolog lulusan UI itu.

Karena sifatnya yang negatif, maka ke mana pun ujungnya, akan membekaskan luka. Ada yang keukeuh mempertahankan status sebagai orang ketiga, apa pun risikonya. Wanita tipe ini, biasanya menganggap bahwa menjadi orang ketiga adalah kodrat yang harus dijalani.

Sumber: inilah.com

Inilah koran / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 26 Maret 2019 | 01:00 WIB

    Ini Guru Terbaik Sedunia, 80% Gajinya untuk Murid

  • Senin, 25 Maret 2019 | 20:00 WIB

    Stadia Bakal Jadi 'Pembunuh' Konsol Game?

  • Senin, 25 Maret 2019 | 16:00 WIB

    Erdogan Ancam Spekulator Mata Uang Turki

  • Senin, 25 Maret 2019 | 14:00 WIB

    Bos Huawei Gunakan Perangkat Apple Saat Ditangkap