Kasus Bahar bin Smith, Polda Diminta Terapkan Unsur Pidana Anak

Kasus Bahar bin Smith, Polda Diminta Terapkan Unsur Pidana Anak

Kamis, 17 Januari 2019 | 16:32 WIB - Oleh: Ahmad Sayuti
Habib Bahar saat menjalani pemeriksaan di Polda Jabar, beberapa waktu lalu. ANTARAFOTO
INILAH, Bandung- Kejati hingga kini belum menerima kembali berkas kasus dugaan penganiyaan yang dilakukan Bahar bin Smith. Kejati berharap Polda melengkapi unsur pidana penganiyaan terhadap anak dibawah umur. 

Kasipenkum Kejati Jabar Abdul Muis mengatakan, alasan berkas dikembalikan lantaran jaksa menganggap unsur materi formil dan non formil belum terpenuhi, dan itu merupakan salah satu syarat untuk dimajukan ke penuntutan. 

"Perkara ini masih tahap satu. Berkasnya masih diteliti, jaksa penelitinya dari Kejari Cibinong. Kalau sudah ke penuntuttan baru jaksa Kejati dikerahkan," katanya saat ditemui di Kejati Jabar, Jalan RE Martadinata, Kamia (17/1).

Dalam menangani perkara terhadap Bahar bin Smith, atau yang terkenal dengan sebutan Habib Bahar tetap akan dilakukan secara profesional, walaupun yang bersangkutan merupakan publik figur atau seorang ulama.

“Kasus ini biasa saja, cuma menarik perhatian karena tersangkanya Habib Bahar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya pun berharap penyidik polda menerapkan unsur pidana penganiyaan terhadap anak dibawah umur saat nanti berkas dilimpahkan ke kejaksaan.

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat menetapkan Habib Bahar bin Smith menjadi tersangka dalam kasus penganiayaan. Bahar saat ini pun ditahan di Mapolda Jawa Barat.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Agung Budi Maryoto menjelaskan, penganiayaan yang dilakukan tersangka dilakukan di Kabupaten Bogor dengan cara melakukan penjemputan paksa terhadap dua korban yaitu MKU berusia 17 dan CAJ berusia  18 tahun.

Menurutnya, penganiayaan dilakukan tersangka bermula saat mendengar salahsatu korban CAJ mengaku sebagai Habib Bahar. “Bahwa saudara korban ini pada saat di Bali mengaku sebagai saudara BS,” ungkap Agung di Mapolda Jawa Barat, Selasa 18 Desember 2018.

Sedangkan MKU hanya memiliki potongan rambut yang mirip dengan Bahar. Saat di Bali, CAJ mengaku sebagai Bahar Smith kepada panitia acar saat di Seminyak Bali. Aksi tersebut terdengar olehBahar dan pada 1 Desember 2018 Bahar menginstruksikan anak buahnya membawa CAj dan MKU. 

“Mereka datang ke rumah CAJ dalam rangka menjemput paksa CAJ. Di mana mereka melakukan penjemputan atas perintah BS,” kata Kapolda. 

Saat membawa CAJ, lanjut Agung, suruhan Bahar sempat dihalangi oleh orang tuanya. Tak ambil pusing, gerombolan tersebut pun membawa CAJ dan orang tuanya ke Pondok Pesantren Tajul Alawiyin milik Bahar.

 “Kemudian sampai di sana dianiya. Setelah dianiaya kemudian korban disuruh bekelahi. Kemudian dianiaya kembali sampai malam,” katanya. 

Ahmad Sayuti / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:50 WIB

    Keluarga Berharap Jenazah Nuryanto Segera Dipulangkan

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 13:30 WIB

    Perpanjang TPSA Sarimukti Tekan Biaya Pengelolaan Sampah

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 05:55 WIB

    Dorrr... Pencuri Mobil di Cikawao Tewas Ditembak