Jaringan Oyo Hotels Dongkrak Okupansi Penginapan Lokal

Jaringan Oyo Hotels Dongkrak Okupansi Penginapan Lokal

Kamis, 17 Januari 2019 | 18:15 WIB - Oleh: Doni Ramdhani
. Foto: Doni Ramdhani
INILAH, Bandung - Dalam kondisi sekarang, sejumlah hotel budget lokal relatif kalah bersaing dengan jaringan hotel internasional. Oyo Hotels sebagai jaringan hotel berbasis teknologi menawarkan pengalaman menginap dengan harga relatif terjangkau bagi para wisatawan. 

Country Head Oyo Indonesia Rishabh Gupta mengatakan, kini pihaknya resmi beroperasi di Bandung. Jaringan hotel di Bandung ini termasuk dalam target memperluas jaringan ke lebih dari 100 kota di Indonesia pada akhir 2019.

“Dengan hadir di Bandung, Oyo Hotels menawarkan pengalaman menginap yang terstandarisasi namun terjangkau bagi para traveler Indonesia. Kepada setiap rekan bisnis, kita menjanjikan ada peningkatan okupansi hingga 65%,” kata Rishabh di Bandung, Kamis (17/1/2019).

Menurutnya, dengan aplikasi yang dimiliki Oyo memaksimalkan peluang pasar yang disebabkan tingginya permintaan dari para wisatawan. Hotel budget lokal kerap menghadapi berbagai tantangan terutama standarisasi fasilitas, kualitas pelayanan, dan strategi pemasaran untuk bersaing dengan hotel-hotel besar.

Untuk itu, pihaknya melakukan transformasi layanan dan pelatihan staff untuk menghadirkan pengalaman menginap berkualitas bagi para tamu. Para tamu mendapatkan jaminan akan fasilitas dan layanan terstandarisasi di seluruh jaringan Oyo Hotels.

“Setiap properti di jaringan Oyo Hotels dilengkapi dengan beberapa fitur utama seperti pendingin udara, televisi, tempat tidur yang bersih, wifi gratis, perlengkapan mandi, dan kamar mandi yang higienis. Para tamu bisa dengan mudah mendapatkan layanan melalui saluran online maupun offline, termasuk aplikasi Oyo, website, atau call centre,” jelasnya.

Khusus di Bandung, Oyo Hotels bekerjasama dengan 15 hotel. Kelima belas hotel itu yakni Hotel Sebelas Syariah, Maleo Residence, Lj Hotel Bandung, Sm Residence Pasteur, 167 Dago's Hill Hotel, Galaxy Inn, Home 33, Hotel Lodaya, Topas Galeria Hotel, Appartel Taman Melati Jatinangor, Hi Quality, Arwiga Hotel, Grha Ciumbuleuit Guest House, Horizone Residence, dan Kuwera Inn.

Sementara itu, Direktur Utama Topas Galeria Hotel Artwin Bunardi mengaku ada perubahan yang signifikan sejak bekerja sama sejak Desember lalu. Dengan upaya digitalisasi tersebut, diakuinya tingkat okupansi meningkat sekitar 60%.

“Oyo itu tidak cuma membantu pemasaran secara online. Mereka pun membantu untuk mengembangkan fasilitas hotel agar lebih menarik wisatawan,” ucapnya seraya menyebutkan dari kontrak kerja sama itu membagi keuntungan sebesar 75:25 untuk keunggulan pemilik properti.

Doni Ramdhani / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:00 WIB

    Di Bandung, BTN Ajak 25 Developer Tawarkan KPR Gaes!

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:30 WIB

    KPR Gaes! Produk BTN Gaet Generasi Milenial

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 14:15 WIB

    XL Axiata Operator Kedua Terbesar Indonesia

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 06:00 WIB

    XL Axiata Luncurkan Kartu Perdana XL Go Izi

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 22:30 WIB

    JNE Bidik 20% Titik Layanan Baru

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Iwapi Didorong Bangkitkan Ekonomi Sektor Pertanian

  • Rabu, 13 Februari 2019 | 14:08 WIB

    OJK Rilis 99 Fintech Berizin per Februari 2019

  • Selasa, 12 Februari 2019 | 20:30 WIB

    Mahalnya Tiket Pesawat Picu Anjloknya Sektor Pariwisata