JCI Cari Investor Bangun Jalan Khusus Tambang

JCI Cari Investor Bangun Jalan Khusus Tambang

Kamis, 17 Januari 2019 | 17:15 WIB - Oleh: Reza Zurifwan
JCI chapter Kabupaten Bogor siap mencarikan investor untuk pembiayaan jalan khusus tambang. INILAH/Reza Zurifwan
INILAH, Bogor - Junior Chamber Internasional (JCI) chapter Kabupaten Bogor siap mencarikan investor untuk pembiayaan pembebasan maupun pembangunan jalan khusus tambang, di Rumpin-Gunung Sindur hingga Legok, Kabupaten Tangerang.

Sekjend JCI chapter Kabupaten Bogor, Upang mengatakan selaku organisasi pengusaha muda yang memiliki jaringan nasional hingga internasional (180 negara),  jajarannya siap mencarikan investor.

"Kami sudah mendengar bahwa Bupati Bogor Ade Yasin sedang mencari investor untuk membangun dan mengelola jalan khusus tambang, JCI Kabupaten Bogor siap membantu keinginan tersebut," kata Upang kepada wartawan, Kamis (17/1).

Dia menerangkan jika investor dari jaringan JCI cocok berinvestasi di proyek pembangunan jalur khusus tambang, maka ini yang kedua kalinya jaringan JCI berinvestasi di Bogor.

"Sebelumnya rekan kami dari JCI Chapter Jepang sudah berinvestasi di Kota Bogor di proyek 7 kampung tematik, mudah-mudahan kami bisa membantu mencari investor di proyek jalur khusus tambang ini," terangnya.

Ketua JCI Kabupaten Bogor Faizah Nahdi menambahkan sebagai warga Bumi Tegar Beriman, JCI siap ikut membangun kampung halaman baik itu di bidang insfrastruktur maupun pengembangan kemampuan sumber daya manusia.

"JCI  siap bersinergi dengan program kerja Pemkab Bogor untuk ikut membangun  Kabupaten Bogor, saya melihat potensi disini lebih besar peluangnya dibanding kota dan kabupaten di sekitarnya," tambah Faizah.

Terpisah, Bupati Bogor Ade Yasin sudah mengusulkan rencana menggaet investor untuk membangun dan mengelola jalan khusus tambang ke Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

"Alasan menggaet investor untuk membangun dan mengelola jalan khusus tambang ini karena biayanya yang mahal hingga mencapai ratusan miliar, hingga sulit dilakukan apabila menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tingkat I maupun tingkat II," tutur Ade Yasin.

Pengamat transportasi dan tata kota Yayat Supriyatna menambahkan selain jalan khusus tambang, solusi dari permasalahan truk tambang yang beberapa waktu lalu mencuat adalah dengan membangun jaringan kereta tambang.

"Rencana Pemprov Jawa Barat yang akan membangun kereta tambang ini bagus dan jadi alternatif distribusi material tambang dari Kabupaten Bogor ke Provinsi Banten maupun Provinsi DKI Jakarta, saya menghimbau pihak Pemprov Jawa Barat maupun Pemkab Bogor membicarakan hal tersebut ke pihak PT Kereta Api Logistik (KALOG)," tambah Yayat. 

Reza Zurifwan / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 15:36 WIB

    Pemprov Jabar Kaji Moratorium Izin Usaha Tambang

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 11:30 WIB

    Polbangtan Bogor Kembangkan Sapi Belgian Blue

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 15:55 WIB

    Draft RTRW Kota Bogor Prioritaskan Kawasan Pelayanan