Ajay Terus Cari Solusi Kerusakan Jalan Mahar Martanegara

Ajay Terus Cari Solusi Kerusakan Jalan Mahar Martanegara
Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna masih merumuskan solusi penanganan aspal di Jalan Mahar Martanegara
INILAH, Cimahi - Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna masih merumuskan solusi penanganan aspal di Jalan Mahar Martanegara yang mengelupas sepanjang 310 meter.
 
Ajay mengaku untuk memperbaiki jalan yang rusak hingga kini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cimahi harus menunggu cuaca kondusif. Atau minimal, curah hujan tak terlampau tinggi.
 
"Tadi kami ngobrol dengan Pak Wilman (Kepala Bidang Bina Marga DPUPR) tindakan sementaranya mau apa supaya di masyrakatnya sedikit terbantu. Misalkan membersihkan dan sebagainya," katanya. 
 
Ajay pun berharap beberapa bulan kedepan curah hujan tidak tinggi. Dengan demikian perbaikan bisa dilakukan. Jika memaksakan pengaspalan saat ini juga, dikhawatirkan aspal kembali terkelupas karena tergerus air. 
 
Seperti diketahui, sebelumnya aspal setebal 5cm itu mengelupas lebih dari sekali. Padahal, aspal yang dikerjakan pihak ketiga itu baru seumur jagung dengan anggaran Rp 1,3 miliar. Kemudian, sempat diperbaiki namun mengelupas kembali karena tak kuat menahan derasnya air dari Sungai Ciputri.
 
Ajay menegaskan, kualitas yang digunakan untuk mengaspal jalan itu sudah sesuai spesifikasi. "Kualitas gak ada masalah. Kalau secara teknis gak ada yang dilanggar," tegasnya.
 
Perihal sumber masalah mengelupasnya aspal, yakni luapan air dari Sungai Ciputri, untuk penanganan sementara, pihaknya akan rutin melakukan pembersihan sampah dan pengerungan lumpur. 
 
Sementara untuk solusi ke depan, pihaknya sudah membuat rencana. Salah satunya membuat embung di wilayah luhur.
 
"Kita rencana mau bikin beberapa embung untuk menampung air. Sedimentasi, sampah sementara harus bersih," tandasnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi, Muhammad Nur Kuswandana menambahkan, Sungai Ciputri ini sudah tak ideal lagi untuk menampung debit air yang tinggi dari luhur sungai. Akibatnya, luapannya pun melimpaah ke jalan Mahar Martanegara.
 
"Sementara kita bersihkan dari endapan (lumpur) supaya memaksimalkan sungai yang ada," ucapnya.