Suap Meikarta, KPK Cek Plesiran DPRD Bekasi ke Luar Negeri

Suap Meikarta, KPK Cek Plesiran DPRD Bekasi ke Luar Negeri
Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Namat Hidayat meninggalkan gedung KPK seusai diperiksa, Jumat (18/1)
INILAH, Jakarta - Penyidik KPK mendalami keterangan empat Anggota DPRD Kabupaten Bekasi terkait dugaan suap perizinan proyek pembangunan Meikarta, Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (18/1).
 
Juru Bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan penyidik mendalami dua hal kepada para saksi yang hadir dalam pemeriksaan yakni posisi dan peran saksi pada pansus RDTR.
 
"Sejauh mana pengetahuan mereka terhadap indikasi kepentingan pihak lain dibalik proses penyusunan aturan tata ruang tersebut di Bekasi," ujarnya.
 
Bukan hanya itu, Febri mengatakan penyidik juga meminta penjelasan kepada empat saksi yakni Edi Kurtubi Udi, Kairan Jumhari Jisan, Yudi Darmansyah dan Namat Hidayat terkait plesiran ke luar negeri (LN).
 
"Diklarifikasi juga pengetahuan dan peran saksi terkait informasi perjalanan ke Thailand," ujarnya.
 
Untuk diketahui, penyidik KPK mengungkap fakta baru dugaan aliran dana suap proyek perizinan Meikarta kepada anggota DPRD Kabupaten Bekasi.
 
Diduga uang suap itu untuk biaya pelesiran anggota dewan Bekasi ke luar negeri, bahkan diduga keluarga anggota DPRD Kabupaten Bekasi pun diajak pelesiran.
 
Dalam kasus ini, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan lainnya diduga telah menerima hadiah atau janji dari Billy Sindoro agar memuluskan perizinan
proyek pembangunan Meikarta. (inilah.com)