Kurang Gizi! Rugi Materi dan Imateri Luar Biasa

Kurang Gizi! Rugi Materi dan Imateri Luar Biasa

Jumat, 18 Januari 2019 | 19:30 WIB - Oleh: Inilah koran
Ilustrasi. Net

INILAH, Jakarta - Gizi baik menjadi landasan setiap individu mencapai potensi maksimal yang dimilikinya. Periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan periode sensitif yang menentukan kualitas hidup di masa yang akan datang.

Perbaikan gizi, khususnya penurunan stunting menjadi salah satu agenda prioritas pembangunan kesehatan. Perbaikan gizi dilakukan melalui pendekatan continuum of care dengan fokus pada 1000 HPK yaitu mulai dari masa kehamilan sampai dengan anak berusia 2 tahun.

"Sasaran diperluas dengan mengembangkan jangkauan pelayanan gizi pada remaja putri dan calon pengantin melalui pemberian tablet tambah darah (TTD), sebagai persiapan periode kehamilan," kata dr Kirana Pritasari, MIQH Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Jumat, (18/1/2019).

Berbagai jurnal menyebutkan, kerugian materi dan imateri dari masalah gizi luar biasa besar. Masalah gizi menyebabkan rendahnya status kesehatan dan gizi sehingga berpengaruh terhadap rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), pencapaian pendidikan rendah, dan daya saing bangsa.

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013 diperoleh angka stunting sebesar 30,8 persen. Hal ini menunjukkan bahwa masalah stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena masih di atas ambang batas 20 persen.

Demikian juga dengan meningkatnya angka anemia pada ibu hamil sebesar 48,9 persen (Riskesdas, 2018) dari yang sebelumnya 37,1 persen (Riskesdas, 2013).

Masalah tersebut berhubungan dengan fakta yang menunjukkan 70-80 persen ibu hamil belum tercukupi konsumsi energi dan proteinnya (Studi Diet Total, 2014).

"Perbaikan gizi masih perlu dioptimalkan, upaya Kementerian Kesehatan dalam Program Indonesia Sehat melalui Pendekatan Keluarga difokuskan pada 4 prioritas yaitu percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), perbaikan gizi khususnya penurunan prevalensi stunting, serta penurunan penyakit menular dan tidak menular," tambahnya.

Sumber: inilah.com

Inilah koran / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Jumat, 15 Februari 2019 | 00:29 WIB

    Trauma "May" jadi Korban Perkosaan

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 23:30 WIB

    Jejak Jenderal Soedirman di Pameran Radio Antik

  • Kamis, 14 Februari 2019 | 03:00 WIB

    Suka Cita Hamish Daud dan Raisa Sambut Sang Buah Hati

  • Selasa, 12 Februari 2019 | 18:30 WIB

    Waspadai Puncak Siklus 10 Tahun Kasus DBD

  • Sabtu, 9 Februari 2019 | 14:30 WIB

    Infinix Rilis Smartphone AI Camera Rp1,5 Jutaan