PNS RSUD Cibabat yang Tersandung Narkoba Punya Perilaku Buruk

PNS RSUD Cibabat yang Tersandung Narkoba Punya Perilaku Buruk

Minggu, 17 Februari 2019 | 17:15 WIB
INILAH, Cimahi- Wakil Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibabat, Richard Nicolas menyebutkan stafnya  Suhendrik (37)  memiliki rekam jejak perilaku yang buruk selama bekerja.

Suhendrik merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di RSUD Cibabat yang ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi akhir bulan lalu. Ia tangkap atas kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,2 gram. Dia kini berstatus tersangka.

"Memang ada prilaku yang bertentangan dengan ketentuan sebagai PNS," katanya pekan lalu.

Menurutnya, awal masuknya yang bersangkutan ke RSUD Cibabat dinilai memiliki prilaku yang baik sebagai tenaga kontrak. Namun itu tak berlangsung lama. Suhendrik menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada 2008.

Selama menjadi abdi negara, diakuinya bahwa yang bersangkutan kerap bermasalah. Misalnya, tidak melaksanakan tugas sebagai mana yang diamanatkan sesuai tugasnya, kemudian melakukan hal-hal yang tidak diperkenankan oleh aturan hingga melakukan perbuatan yang yang dilarang oleh pemerintah.

"Yaitu pada 29 Januari terbukti perbuatan yang seharunya tidak boleh dilakukna oleh siapapun (menggunakan sabu)," ujarnya.

Jauh sebelum ditangkap, lanjut Richard, pihaknya sudah memberikan sanksi teguran kepada Suhendrik. Bahkan, sudah dilakukan beberapa kali rotasi pegawai, namun prilakunya tak kunjung membaik.

Bahkan, sebelum tertangkap, yang bersangkutan juga diklaim termasuk salah satu PNS yang mengikuti tes urine bersama para PNS lainnya. Tapi hasilnya, dinyatakan positif. "Mungkin saat itu dia (Suhendrik) sedang tidak mengkonusmsi (narkoba), karena obat yang dikonsumsi punya batas waktu," jelasnya.

Atas perbuatannya, selain tentunya terancam penjara 10 tahun karena diduga melanggar Pasal 112 ayat (1) atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Suhendrik juga terancam diberikan sanksi sesuai aturan PNS.

Pihaknya sudah melaporkan yang bersangkutan kepada Wali Kota Cimahi untuk ditindaklanjuti sesuai aturan. Suhendrik terancam diberikan sanksi ringan, sedang hingga berat alias diberhentikan dengan tidak hormat.

"Nanti akan ditelusuri apakah masuk kategori mana ringan, sedang, berat setelah data yang bersangkutan diuji dan diolah dari aspek kepegawaian," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Suhenderik ditangkap Satresnarkoba Polres Cimahi 29 Januari 2019 di RSUD Cibabat. Dia ditangkap saat masih jam kerja atau sekitar pukul 15.00 WIB.

Ahmad Sayuti / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 25 Maret 2019 | 17:45 WIB

    Hari Ini, Siswa SMK Laksanakan UNBK

  • Senin, 25 Maret 2019 | 12:00 WIB

    Jembatan Penghubung Desa di Ciwidey Ambruk

  • Senin, 25 Maret 2019 | 11:30 WIB

    Ratusan Siswa SMKN 3 Cimahi Ikuti UNBK

  • Minggu, 24 Maret 2019 | 22:15 WIB

    Lebih Dekat dengan Ekskul Softball SMAN 8 Bandung