Potensi Pulau Kecil dan Terluar Harus Didukung Rencana Terintegrasi

Potensi Pulau Kecil dan Terluar Harus Didukung Rencana Terintegrasi

Rabu, 27 Februari 2019 | 14:39 WIB
Besarnya potensi milik Indonesia masih kurang mendapatkan dukungan dari segi perencanaan. ISTIMEWA
INILAH, Makassar - Besarnya potensi milik Indonesia masih kurang mendapatkan dukungan dari segi perencanaan yang masih parsial dan belum terintegrasi. 

Padahal tidak banyak negara yang dilimpahkan potensi sumber daya alam sebesar seperti yang dimiliki Indonesia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, dalam proses penyusunan dan perencanaan yang terintegrasi diperlukan rencana induk yang mencerminkan pengembangan pulau kecil dan terluar yang berbasis dari bawah dan sesuai dengan kebutuhan.

"Pemerintah juga perlu melibatkan pihak swasta dan para pengusaha untuk merumuskan dan menjalankan rencana induk ini. Sehingga mampu lebih mengakselerasi pengembangan di wilayah-wilayah yang termasuk ke dalam pulau kecil dan terluar," kata Anwar dalam Rapat Koordinasi,
Sosialisasi, dan Pengendalian Program Pengembangan Daerah Pulau Kecil dan Terluar di Makassar, Senin (25/02/2019).

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Aisyah Gamawati mengatakan bahwa posisi daerah terdepan, terpencil dan terluar (3T) sebagaimana disebutkan dalam nawacita menjadi perhatian utama dari pemerintahan. 

“Bukan saja hanya melalui pendekataan keamanan namun juga perlu memperhatikan pendekatan kesejahteraan, di mana daerah 3T sebagai beranda depan NKRI yang berbatasan langsung dengan negara lain” ujar Aisyah.

Tahun ini, Aisyah menjelaskan, bahwa unit kerjanya akan mengembangkan sarana dan prasarana desa wisata di 8 kabupaten serta memberikan empat unit kapal yakni kapal penumpang maupun kapal barang. Selain itu, juga memberikan penyediaan sarana air bersih untuk masyarakat di pulau kecil dan terluar, pengembangan produk rumput laut, gula kelapa serta sumber daya garam.

“Menyambung apa yang dikatakan oleh Pak Sekjen, potensi Indonesia sangat besar, apalagi daerah-daerah ini menyimpan potensi kekayaan pariwisata yang sangat menarik, oleh karenanya sejak 2015 lalu pengembangan desa wisata sudah kita lakukan dengan menggandeng Kementerian Pariwisata” katanya.

Dalam rakor ini, Kemendes PDTT mengundang Kementerian/ Lembaga terkait seperti Kementerian Pariwisata dan Bappenas serta menghadirkan Bappeda dan Unit Teknis dari 20 Daerah Pulau Kecil dan Terluar.

Daulat Fajar Yanuar / bsf

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 20:40 WIB

    Sistem Keuangan Desa Permudah Pembukuan Dana Desa

  • Senin, 18 Maret 2019 | 05:00 WIB

    Inovasi Kunci Keberhasilan Ekonomi Desa

  • Senin, 18 Maret 2019 | 04:16 WIB

    Kemendes PDTT Sosialisasikan BUMDes Lewat Fun Bike

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 03:00 WIB

    Mendes PDTT Apresiasi Musrenbang Kabupaten Lebong

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 17:50 WIB

    Maksimalkan Dana Desa untuk BUMDes

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 17:30 WIB

    Mendes PDTT Resmikan Sport Center dari Dana Desa

  • Senin, 11 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Desa Pariwisata akan Digenjot di Kawasan Transmigrasi