Metro Portland Bandung Raya

Metro Portland Bandung Raya

Senin, 4 Maret 2019 | 01:00 WIB
. Istimewa
SINERGI kawasan Bandung Raya terus didengung-dengungkan. Setelah Wali Kota Bandung menginisiasi pertemuan dengan sejumlah kepala daerah sebagai jembatan membangun sinergi, kini Pemprov Jabar pun mewacanakan sinergi Bandung Raya.

Rencananya, Pemprov Jabar akan menerpakan sistem Pemerintahan Metro Portland sebagai upaya sinergitas wilayah Bandung Raya. Sistem ini dinilai akan bisa optimal bilamana setiap kepala daerah memiliki komitmen yang kuat untuk mengurus satu bidang.

Kesinambungan antar daerah itu salah satunya bisa dilakukan dalam wadah koordinasi antar wilayah di Cekungan Bandung yang rencana pembentukannya sedang dimatangkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

Kepala Biro Pemerintahan dan Kerja Sama Setda Pemprov Jabar, Dani Ramdan memaparkan, Metro Portland berangkat dari kesepakatan beberapa kota untuk bekerja sama mengurus awalnya itu sampah bersama. Lantas, dikerjakan juga dikelola oleh satu unit yang didanai sama-sama

"Terus lama-lama karena bagus efektif mengelola juga air bersih mengelola juga transportasi sampai punya Convection Hall punya bisnis. Si lembaga itu akhirnya dengan sebuah proses politik waktu itu ada referendumnya dikukuhkan menjadi kelembagaan sendiri yang punya kekuasaan kewenangan khusus," ujar Dani, Minggu (3/3).

Dani menilai, di Amerika sendiri sistem tersebut hanya ada satu, yaitu yang diberlakukan di Metro Portland. Bahkan, lanjit dia, tidak dimungkinkan kembali ada upaya politik yang serupa dikemudian hari.

"(Kalau diterapkan di Jabar) saya pikir kalau memang diawali dari kesepakatan Bupati Walikota, katakanlah kita berangkat dari sampah dulu, kan sudah ada proyeknya di Legoknangka, itu bagus terbantu nih bupati walikota nanti lama-lama ada juga urusan transportasi itu dibikin perusahaan bersama kan bisa," kata dia.

Dani katakan, konsep menyinergikan daerah ini merupakan bukan hal yang baru, di mana sejak dulu pun banyak dilakukan. Hanya saja, lanjut dia, dari segi kelembagaan belum pernah ajeg. "Kita ingin punya kelembagaan yang power itu di situ, supaya terasa gitu kehadirannya. Saat ini hanya forum koordinasi kerjasama, " katanya

Disinggung terkait progres kajian badan Otorita Cekungan Bandung, jika merujuk pada peraturan yang berlaku saat ini, yaitu mengenai PP Cekungan Bandung dan PP Kerjasama, memang lembaga yang bisa dibentuk oleh daerah dalam bentuk sekertariat kerjasama. Di Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Kawasan­ Perkotaan Cekungan Bandung tidak disebutkan sekretariat kerjasama. Sekretariat kerjasama itu ada di PP kerjasama, PP 17 tahun 2018.

"Nah sekretarian kerjasama itu memang bisa seperti BKSP (Badan Kerja Sama Pembangunan) sudah menjadi institusi tersendiri, ada kantornya sendiri atau juga ada yang bentuknya forum,"

Menurut dia, gubernur Sendiri ingin lebih mengarah kepada lembaga yang memiliki power dalam mengesekusi. Lantaran, bila hanya koordinasi kerjasama,implementasinya ada di kabupaten kota yang banyak ketidakberhasilannya.

Sementara bilamana menggunakan badan otorita, maka akan menemui persoalan di segi payung hukum. Sebab, aturannya tidak boleh adanya badan otorita di bawah pemda. Pihaknya pun sudah menyiapkan alternatif lain  yaitu membangun kantor proyek. Hal itu seperti halnya BUDP (Bandung Urban Development Project).

Sebelumnya diberitakan Wali Kota Bandung, Oded Muhammad Danial terus melakukan berbagai upaya untuk percepatan pembangunan. Salah satunya dengan merangkul para kepala daerah di wilayah Bandung Raya.

Menurut Oded, kebijakan strategis pemerintahan Kota Bandung di bawah kepemimpinannya yakni mengedepankan silaturahmi dan kolaborasi. Karenanya dalam percepatan pembangunan pun, ia turut menggandeng daerah tetangga, yakni Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang.

"Kebijakan strategis saya itu silaturahim. Kalau dimaknai dalam bahasa pemerintahan adalah kolaborasi. Maka, saya sekarang mulai untuk melaksanakan kebijakan strategis dengan bersilaturahmi dengan kota kabupaten tetangga," kata Oded, Selasa (26/2) lalu.

Langkah Oded untuk memprakarsai kerja sama di wilayah Bandung Raya diawali dengan menggelar pertemuan dengan Bupati Kabupaten Bandung, Dadang Naser. Kemudian, disusul konsolidasi dengan Wali Kota Cimahi, Ajay M. Priatna.

"Saya sudah ketemu dengan Pak Dadang Naser, juga dengan Pak Ajay. Insya Allah ke depan dengan Pak Aa Umbara (Bupati KBB) juga dengan Pak Doni pernah bersama Pak Erwan (Bupati dan Wakil Bupati Sumedang)," imbuhnya.

Oded mengungkapkan, kolaborasi ini sengaja dibangun agar pembangunan di Kota Bandung beserta wilayah lainnya bisa saling menopang. Karena ada beberapa persoalan yang saling berkaitan antara Kota Bandung dengan daerah lainnya.

Rianto Nurdiansyah / ghi

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 05:30 WIB

    Ingat, Milenial Harus Tertib Berlalu Lintas

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 05:01 WIB

    Yana Gandeng Pemuda di Program Sister City

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 04:30 WIB

    Oded Bertekad Tekan Angka Pengangguran

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 04:00 WIB

    Peringati Harkonas Bandung Lahirkan Kang Ujang

  • Senin, 18 Maret 2019 | 03:16 WIB

    Duta Genre Harus jadi Teladan

  • Senin, 18 Maret 2019 | 02:15 WIB

    Yana Ajak Warga Jaga Taman Kota

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 01:00 WIB

    Inggris Jajaki Kerjasama dengan Kota Bandung

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 00:30 WIB

    Empat Rumah Sakit Kota Bandung Tak Layani BPJS

  • Jumat, 15 Maret 2019 | 00:00 WIB

    Rayakan Hari Jadi Diskar Kota Bandung Unjuk Kebolehan