Bapenda Jabar Diminta Kejar Potensi KTMDU

Bapenda Jabar Diminta Kejar Potensi KTMDU

Selasa, 5 Maret 2019 | 12:43 WIB
ilustrasi. net
INILAH, Bandung-Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Iwa Karniwa meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) mulai mengejar potensi pajak dari Kendaraan Tidak Melakukan Daftar Ulang (KTMDU). Mengingat kian membaiknya layanan wajib pajak di Jabar.

Iwa Karniwa sampaikan, membaiknya layanan bagi wajib pajak ini terbukti dengan beberapa kerjasama yang dilakukan pihaknya. Termasuk dengan Bukalapak yang merupakan startup. 

"Tapi urusan kendaraan yang menunggak harus dibereskan Pak Hening (Kepala Bapenda Jabar Hening Widiatmoko) dan jajaran," katanya kepada wartawan, Selasa (5/3/2019).

Dia sampaikan, tercatat sekitar 3 juta KTMDU di Jabar tergolong potensi pajak tinggi untuk mendorong target pendapatan asli daerah (PAD) pada 2019 dan 2020 mendatang. Iwa berharap, pada era saat ini harus ada peningkatan pendapatan

"Karena kalau secara sistem (layanan) Bapenda kita sudah terbaik se-Indonesia," kata dia.

Paling tidak, dia sampaikan, penyisiran KTMDU ini dilakukan pada dua sumber. Yang pertama, pada kendaraan-kendaraan kredit yang pemiliknya menunggak pajak kemudian disita oleh pihak leasing. Mengingat saat ini belum terkoodinasikan.

"Saya minta dikoordinasikan dengan leasing segera supaya pendapatan bisa meningkat," katanya.

Kata dia, Bapenda diminta bisa segera mendapatkan angka riil kendaraan roda dua maupun empat yang ada. "Data ini bisa jadi signifikan sebagai potensi pendapatan, sekaligus kita menurunkan angka KTMDU," tuturnya.
Dalam upaya menggali potensi pajak KTMDU ini, Bapenda juga diminta untuk melakukan koordinasi terus menerus dan  turut melibatkan aparat kewilayahan paling bawah, hingga tingkat RT dan RW. Iwa mendorong agar untuk menggerakan aparat tersebut, Bapenda bisa bekerjasama dengan Polda Jabar agar ada koordinasi hingga tingkat polsek dan Babinkamtibmas. 

"Masih ada sejumlah daerah yang tingkat wajib pajaknya tidak membayar pajak tinggi. Saya minta koordinasikan segera dengan Polda Jabar dan pihak lainnya. Sehingga diharapkan yang bayar pajak semakin meningkat," katanya.

 Diketahui, Jabar sendiri memasang target perkiraan pendapatan daerah tahun 2019 lebih dari Rp34,882 Triliun. Jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar Rp2,921 Triliun lebih atau naik 9,14% dibandingkan dengan target pada APBD murni 2018 sebesar Rp31,961 Triliun lebih.

"Pendapatan daerah tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diperkirakan sebesar Rp19,765 Triliun, naik 12,40% dibandingkan target pada APBD murni 2018 sebesar Rp17,584 Triliun," pungkasnya. 

Rianto Nurdiansyah / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 22:30 WIB

    Nelayan Sukabumi Dikenalkan Alat Penangkap Ikan Modern

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 16:00 WIB

    Mendag: Pemerintah Dampingi Konsumen Peroleh Haknya