Kemendes Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Dana Desa

Kemendes Gandeng Kejaksaan Agung Kawal Dana Desa

Rabu, 6 Maret 2019 | 15:25 WIB
INILAH, Medan - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus menyosialisasikan pengawalan, penyaluran, dan pemanfaatan dana desa dengan menggandeng Kejaksaan Agung. 

Staf Ahli Bidang Pengembangan Wilayah Kemendes PDTT, Conrad Hendarto mengatakan, kerjasama pengawasan dana desa bersama Kejaksaan Agung dilakukan untuk meningkatkan pendampingan dan pengawalan dana desa.

Di sela-sela kegiatan sosialisan pengawalan, penyaluran, dan pemanfaatan dana desa yang melibatkan Kajati dan Kajari Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, Conrad mengapresiasi optimalisasi kejaksaan yang telah membantu pendampingan dan pengawasan dana desa. Ia berharap hal tersebut dapat membantu mengurangi potensi penyimpangan dana desa.

"Kesalahan kepala desa soal penggunaan dana desa karena banyak yang kurang faham  saja. Untuk itu, kementerian sangat konsen melakukan pengawalan dana desa ini, karena masih banyak kepala desa yang belum tahu dan masih khawatir menggunakan dana desa," ujarnya di Emerald Garden Hotel Medan pada Selasa (05/03/2019).

Terkait hal tersebut, Jaksa Agung Muda Intelijen, Jan S Maringka mengungkapkan adanya paradigma baru dalam pengawasan dana desa oleh kejaksaan. Menurutnya, paradigma pengawasan dana desa bukanlah untuk mencari kesalahan namun mendukung dan mengawasi pelaksanaan dana desa sejak awal pelaksanaannya.

"Kita ubah paradigmanya, bukan untuk mencari kesalahan. Tapi kita mendukung apa-apa yang baik dan bersama-sama terus kita tingkatkan," ujarnya.

Program dana desa menurutnya, adalah peluang bagi kejaksaan untuk menjadi mitra kepala desa agar pembangunan desa dapat dilaksanakan sesuai target dan harapan. Agar tahu dana desa telah disalurkan sejak tahun 2015 yang jika dihitung total hingga tahun 2019 mencapai Rp257 Triliun.

"Kita harapkan (dana desa) tidak terjadi penyimpangan atau pemanfaatan dari kelompok-kelompok tertentu," ujarnya.

Untuk diketahui, kegiatan sosialisasi Pengawalan, Penyaluran, dan Pemanfaatan Dana Desa Tahun 2019 tersebut dilaksanakan dua hari yakni tanggal 5-6 Maret 2019. Adapun peserta dari kegiatan tersebut yakni Kajati, Kajari, Asintel, Asdatun, Kasi B, Kasi Intel, dan Cabri se-Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Kegiatan tersebut juga diikuti oleh perwakilan kepala dinas PMD Provinsi dan kabupaten, perwakilan kepala desa, dan perwakilan pendamping desa.

Pada sosialisasi tersebut, Kemendes PDTT juga memberikan bantuan permodalan dan pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan pengembangan usaha ekonomi masyarakat sebesar Rp4,7 Miliar untuk Kabupaten Deli Serdang dan Kabupaten Serdang Bedagai.

Daulat Fajar Yanuar / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Senin, 18 Maret 2019 | 20:40 WIB

    Sistem Keuangan Desa Permudah Pembukuan Dana Desa

  • Senin, 18 Maret 2019 | 05:00 WIB

    Inovasi Kunci Keberhasilan Ekonomi Desa

  • Senin, 18 Maret 2019 | 04:16 WIB

    Kemendes PDTT Sosialisasikan BUMDes Lewat Fun Bike

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 03:00 WIB

    Mendes PDTT Apresiasi Musrenbang Kabupaten Lebong

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 17:50 WIB

    Maksimalkan Dana Desa untuk BUMDes

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 17:30 WIB

    Mendes PDTT Resmikan Sport Center dari Dana Desa

  • Senin, 11 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Desa Pariwisata akan Digenjot di Kawasan Transmigrasi