Jelang Hari Tuberkulosis Sedunia, Ini Cara Sembuhkan TBC

Jelang Hari Tuberkulosis Sedunia, Ini Cara Sembuhkan TBC

Senin, 11 Maret 2019 | 15:30 WIB
Ilustrasi. Net

INILAH, Magelang - Setiap tanggal 24 Maret seluruh negara di dunia memperingati Hari Tuberkulosis (TBC) Sedunia.

Tahun ini, Duta Besar Amerika Serikat di Jakarta, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr Anung Sugihantono, MKes, USAID dan KNCV melakukan Peluncuran Hari TBC Sedunia bersamaan dengan Peringatan 70 Tahun Kemitraan Indonesia dan Amerika Serikat.

Bertempat di salah satu Mahakarya Kebudayaan Bangsa di Dunia, Candi Borobudur, seluruh undangan yang hadir diajak bersama melihat "A Story of Hope" yang merupakan salah satu rangkaian perayaan, memperlihatkan bentuk kemitraan yang baik antara Indonesia dan Amerika Serikat melalui project 5 tahun dari USAID untuk Penanggulangan TBC di Indonesia.

Tuberkulosis bukanlah momok yang harus ditakutkan, namun seharusnya diobati dengan cepat dan tepat. TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan.

Alfiyah dan Varel merupakan salah satu contoh kasus penderita TBC yang berhasil sembuh berjuang dari TBC Kebal Obat dan Varel dengan TBC Sensitif Obat.

Menurut dr Anung Sugihantono, MKes, kembali komitmen Pemerintah Indonesia untuk eliminasi TBC pada tahun 2030. Hal tersebut disampaikan pada Pertemuan High Level Leadership Meeting (HLLM) on Ending TB yang diselenggarakan di New Delhi, India, tanggal 13-14 Mei 2018.

Saat itu, Menteri Kesehatan RI mewakili negara-negara anggota WHO dari South East Asia Region (SEARO) pada Pembukaan HLLM oleh Perdana Menteri India, menyampaikan bahwa Pemerintah Repbulik Indonesia telah menetapkan Pencegahan dan Pengendalian TBC sebagai Prioritas Pembangunan Nasional 2015-2019 dengan 12 indikator yang dimonitor langsung oleh Presiden.

"Presiden memiliki komitmen politik yang kuat untuk eliminasi TBC pada tahun 2030 dan mendorong pendekatan multi-sektor," kata Menteri Kesehatan RI Nila F Moeloek, seperti yang dikutip dari siaran pers, Senin, (11/3/2019).

Hal tersebut merupakan komitmen yang sangat penting dalam menyukseskan target eliminasi TBC di Indonesia pada tahun 2030.

Lebih lanjut dr Anung menjelaskan bahwa komitmen tersebut telah diwujudkan dalam aksi nyata berupa penyediaan pendanaan penuh untuk eliminasi TBC.

"Kemudian, jaminan kesehatan nasional untuk peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada pasien TBC, pelaksanaan pendekatan keluarga dan masyarakat, pembentukan strategi kemitraan masyarakat dan swasta di daerah, serta pencarian aktif pasien TBC, dan pengembangan inovasi penelitian dan pengembangan kebijakan TBC," ujar Anung. (inilah.com) 

Inilah koran / sur

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 15:35 WIB

    Generasi Berencana Menuju Indonesia Emas 2045

  • Sabtu, 16 Maret 2019 | 16:45 WIB

    Legislator Terus Dorong Generasi Berencana Berkualitas

  • Jumat, 15 Maret 2019 | 15:36 WIB

    Nikah Muda, Ujung-ujungnya Cerai Cepat

  • Kamis, 14 Maret 2019 | 16:11 WIB

    Remaja di Indonesia Perlu Direncanakan Masa Depannya

  • Rabu, 13 Maret 2019 | 18:45 WIB

    Hati-hati buat Ibu Hamil, Rentan Kena Penyakit Ginjal

  • Rabu, 13 Maret 2019 | 13:40 WIB

    2.000 Apoteker Tumplek di Bandung Menggelar Rapat Kerja