APBD Melorot, Dana CSR Jadi Stimulan

APBD Melorot, Dana CSR Jadi Stimulan

Senin, 11 Maret 2019 | 20:00 WIB
Ilustrasi. Inilah Koran/Reza Zurifwan

INILAH, Cibinong - Menurunnya Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor dari Rp7,5 triliun tahun 2018 lalu menjadi Rp 6,02 triliun di tahun 2019 akan diantisipasi. Bagaimana caranya?

Dengan, melibatkan penggunaan dana Corporate Social Responsibility (CSR). Selain menurunnya APBD, alasan lain melibatkan pihak swasta dalam pembangunan adalah untuk mengoptimalkan potensi-potensi daerah yang selama ini belum dimaksimalkan sebelumnya   

Bupati Bogor Ade Yasin yang ditemui usai menghadiri musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) 2020 mengatakan dalam pembangunan tidak boleh hanya bergantung dengan APBD, tetapi juga harus memanfaatkan dana CSR.

“Kami akan optimalkan potensi-potensi daerah yang belum tergali untuk membangun Kabupaten Bogor, salah satunya dengan menggunakan dana CSR,” kata Ade kepada wartawan, Senin (11/3).

Wanita yang dulu berprofesi sebagai advokat ini menerangkan jika kemarin membangun taman dari APBD maupun APBN, maka dengan adanya tim fasilitator Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ataupun langsung pihak perusahaan maka tanggung jawab tersebut bisa diambil alih.

“Perusahaan dalam penyaluran dana CSR-nya bisa langsung untuk membangun taman atau lainnya, atau dengan melalui tim TJSL. Perusahaan kali ini memiliki hak audit terhadap kinerja tim fasilitator TJSL karena ini bagian dari transparansi pemerintah daerah,” terangnya.

Ade menjelaskan dirinya sudah memerintahkan tim fasilitator TJSL untuk menginventarisir jumlah perusahaan yang beroperasi di Bumi Tegar Beriman, hingga kehadiran mereka benar-benar bermanfaat untuk masyarakat.

Waki Ketua Tim Fasilitator TJSL Yusfitriadi menuturkan jika pada tahun 2018 lalu perusahaan yang menyalurkan dana CSR sebanyak 20% dari ribuan perusahaan, maka dengan adanya tim jumlahnya meningkat 60 hingga 75%.

“Kami bukan pengepul dana CSR, tetapi fasilitator penyaluran dana CSR. Agar tidak tumpang tindih dengan APBD, Pemkab Bogor akan membuat terpisah rencana strategis daerah, mana yang akan dikerjakan dengan menggunakan dana APBD mana yang menggunakan dana CSR,” tutur Yusfitriadi.

Ketua STKIP Muhammadiyah Bogor ini melanjutkan untuk tahun 2020 mendatang, penggunaan dana CSR akan fokus untuk membangun smart village, smart city, infrastruktur sekolah, jalan dan jembatan lingkungan tempat perusahaan tersebut berlokasi.

“Agar pembangunan ini tidak hanya konstruktif tetapi juga transparan maka kami akan membuat portal fasilitator CSR di mana perusahaan yang sudah menyalurkan dana CSR-nya bisa lapor ke portal tersebut seperti di mana mereka menyalurkan, kapan dilaksanakan, apa bentuknya dan besar anggarannya," lanjutnya.

Reza Zurifwan / ing

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 14:30 WIB

    Ade Yasin Ajak Orang Tua Mulai Periksa HP Anak

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 13:50 WIB

    Duel Gladiator Berawal dari Ejekan Banci

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 08:30 WIB

    Setitik Harapan untuk Jalan R3

  • Senin, 18 Maret 2019 | 20:10 WIB

    Lagi Tren Duel Gladiator, Ini Kata Legislator

  • Senin, 18 Maret 2019 | 19:50 WIB

    Bawaslu Kota Bogor Tertibkan Pelanggaran APK

  • Senin, 18 Maret 2019 | 16:40 WIB

    Bima Arya Akan Rombak Total Pejabat Pemkot