Tugas Kadispora Jabar Jauh Lebih Berat

Tugas Kadispora Jabar Jauh Lebih Berat

Selasa, 12 Maret 2019 | 14:55 WIB
. Foto: INILAH/Dery Fitriadi Ginanjar
INILAH, Bandung – Tugas Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jabar akan semakin berat. Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jabar lima tahun mendatang, Gubernur Jabar telah memberikan target pencapaian indeks pemuda dan olahraga, indeks kebahagiaan, indeks pembangunan pemuda, hingga juara umum pada 10 event olahraga nasional.

Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Pemerintahan Setda Pemprov Jabar Dani Ramdan dalam Pisah Sambut Kepala Dispora Jabar di GOR Arcamanik, Bandung, Selasa (12/3/2019). Dani yang sebelumnya menjabar Plt Kadispora Jabar, menyerahkan estafet kepemimpinan kepada Kadispora Jabar terpilih hasil lelang jabatan (open bidding) Engkus Sutisna.

Dani mengatakan, Engkus Sutisna hadir melalui open bidding yang komprehensif. Dipastikan terpilih dari yang terbaik. Namun mantan Sekretaris Badan Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat (BPSDM) Jabar ini akan menghadapi tantangan cukup besar.

“Saya pamit. Dispora telah memiliki pimpinan baru yang terbaik. Memang target capaian akan lebih berat. Misalnya IPM pemuda dan olahraga harus digenjot. Lalu ada indeks kebahagiaan dimana olahraga dan pemuda berkontribusi secara tidak langsung. Lalu ada olahraga prestasi yang tercatat dalam RJPMD bahwa 10 event semuanya harus peringkat 1, mulai PON 2020, POPNAS, Papernas. Ini tantanan yang harus dipenuhi,” ungkapnya.

Dani menuturkan, kehadiran Engkus Sutisna cukup memberikan harapan baru. Dirinya mengenal mantan mantan Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor ini berpengalaman dalam olahraga dan kepemudaan.

“Sebelum ke Jabar, Pak Engkus aktif di KONI dan KNPI Kabupaten Bogor. Bahkan tak pernah lepas dari Pramuka,” ujarnya.

Dani mengatakan, Pemprov Jabar merupakan daerah pemda yang paling banyak meraih penghargaan. Lalu memiliki olahraga pendidikan dan olahraga ASN sehingga menjadi satu-satunya pemda yang menghadirkan hal tersebut. Jabar pun memiliki SOR terpadu yaitu Arcamanik dan Jalak Harupat, GOR tinju di Sukabumi, lapangan pacuan kuda bertaraf internasional di Pangandaran.

“Jabar pun mampu renoveasi 38 venue. Karena itu, jadi sejarah saat menggelontorlan Rp4,7 triliun untuk pembangunan infrastruktur olahraga selama 5 tahun terakhir. Bicara soal atlet, Jabar banyak mewakili Indonesia di event internasional. Bahkan banyak memberikan medali juga,” kata dia.

Mendapat tantangan seperti itu, Engkus mengaku akan banyak belajar dari perjalanan keorganisasian dan pekerjaannya. Begitu besarnya tantangan tersebut harus dijawab dengan kerja keras, cerdas, dan tuntas.

“Ini jadi dorongan untuk melanjutkan dan meningkatkan program kerja sebelumnya. Kami harapkan saran dan masukan dari seluruh stakeholder supayua memberikan percepatan pencapaian Jabar Juara Lahir Batin,” katanya.

Engkus berjanji melakukan terobosan inovasi yang efektif dan efisien dalam memberikan manfaat bagi pengembangan olahraga dan pemuda di Jabar.

“Saat ini kita juga memiliki tantangan pada pemuda milenial untuk memberikan peluang kewirausahaan yang dipoles inovasi. Masalah sosial pemuda pun perlu perhatian, misalnya penyalahgunaan narkoba atau geng remaja yang meresahkan. Ini tantangan yang dijawab kolaborasi melahirkan Dispora Jabar Juara,” tegasnya.

Hadir dalam kesempatan itu, mantan Kadispora Jabar 2013-2018 Yuda Saputra, Plt Sekdispora Jabar Agus Komarudin, dan seluruh aparatur sipil negara (ASN) Dispora Jabar.

Dery F. Ginanjar / dey

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 21:45 WIB

    Segudang Rencana Kerja Sama Jawa Barat-Swedia

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 22:30 WIB

    Nelayan Sukabumi Dikenalkan Alat Penangkap Ikan Modern

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 16:00 WIB

    Mendag: Pemerintah Dampingi Konsumen Peroleh Haknya