Dua Puasa dalam Satu Hari, Bolehkah?

Dua Puasa dalam Satu Hari, Bolehkah?

Selasa, 12 Maret 2019 | 18:00 WIB
ilustrasi. net

PUASA dengan niat ganda, ada yang boleh hukumnya dan ada yang tidak boleh. Termasuk yang tidak boleh adalah puasa yang diniatkan untuk beberapa puasa yang hukumnya wajib. Misalnya, seseorang berpuasa satu hari dengan niat untuk membayar qadha' puasa Ramadhan 30 hari. Jelas cara niat seperti ini tidak bisa dibenarkan. Karena puasa satu hari hanyalah untuk membayar puasa satu yang ditinggalkan.

Demikian juga ketika seseorang bernadzar untuk puasa 1 minggu, lalu ketika keinginannya terkabul, dia hanya puasa 1 hari saja namun niatnya untuk puasa 7 hari. Cara seperti ini juga cara akal-akalan yang tidak dibenarkan syariah. Yang bisa dibenarkan adalah melakukan puasa wajib yang dijatuhkan harinya di hari-hari yang utama untuk berpuasa, misalnya dijatuhkan pada hari Senin atau hari Kamis. Kedua hari itu adalah hari yang punya keutamaan tersendiri untuk berpuasa, kalau ada puasa wajib, maka kita puasa wajib, sedangkan bila tidak ada kewajiban, maka kita puasa sunnah. Yang penting, kita bisa memafaatkan hari Senin atau Kamis untuk berpuasa, baik statusnya wajib atau sunnah. Mengapa hari Senin dan Kamis punya keutamaan untuk kita berpuasa di dalamnya?

Karena Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memang menyebutkan keutamaan puasa pada hari itu dan beliau juga menyebutkan sebab musababnya, yaitu karena hari kelahiran beliau atau karena Senin dan Kamis adalah hari pelaporan amal-amal umat manusia. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa hari Senin. Beliau menjawab, "Itu hari kelahiranku dan diturunkan wahyu." (HR Muslim dan Ahmad).

"Sesungguhnya amal manusia itu diperlihatkan (dilaporkan) setiap hari Senin dan Kamis. Lalu Allah mengampuni setiap muslim atau setiap mukimin, kecuali metahajirin. Beliau berkata, "Akhir dari keduanya." (HR Ahmad dengan sanad shahih).

Maka boleh hukumnya berpuasa wajib, misalnya puasa qadha' atau nadzar, yang kita jatuhkan di hari Senin atau Kamis, karena di kedua hari itu ada keutamaan tersendiri yang berbeda nilainya kalau kita puasa wajib di hari lain. Dan boleh pula kita berpuasa sunnah yang kita jatuhkan di hari Senin atau hari Kamis. Misalnya puasa 6 hari bulan Syawwal yang hukumnya sunnah, akan menjadi lebih utama kalau dijatuhkan pada hari Senin atau hari Kamis.

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. [Ahmad Sarwat, Lc]

Inilah koran / jek

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Kamis, 21 Maret 2019 | 12:00 WIB

    Setelah Nabi Ibrahim Dikhitan Pakai Kampak

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 21:00 WIB

    Sengaja Meniru Gaya Orang Kafir

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 18:00 WIB

    Dosa Terhapus oleh Sedekah

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 16:00 WIB

    Kisah Sahabat, Istri Berperilaku Buruk dan Harimau

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 15:00 WIB

    Hanya Islam Agama yang Diterima Allah

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 14:00 WIB

    Mazhab itu Memudahkan Umat bukan Memecah Belah

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 09:45 WIB

    Sedekah itu Menghapus Dosa

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 04:00 WIB

    Hidup Sederhana

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 00:00 WIB

    Kenapa Yahudi Tak Berhak atas Al-Aqsa?

  • Selasa, 19 Maret 2019 | 20:00 WIB

    Dipanggil Pulang Studi Gara-gara Mengeluh