Pos Indonesia Tangkap Peluang Digital dan Revolusi Industri 4.0

Pos Indonesia Tangkap Peluang Digital dan Revolusi Industri 4.0

Selasa, 12 Maret 2019 | 20:30 WIB
. ISTIMEWA
INILAH, Bandung - PT Pos Indonesia menilai, era digital dan revolusi industri 4.0 saat ini justru menjadi peluang yang besar untuk mengembangkan bisnisnya.

Direktur Utama PT Pos Indonesia Gilarsi Wahyu Setijono mengatakan, hal tersebut ibarat emas. Yakni, sesuatu yang harus dilakukan kalau tidak mengikuti itu pihaknya dianggap tidak relevan dan dianggap zaman batu. 

“Sekarang, penerima atau buyer harus tahu barang sudah sampai mana secara real time. Nah, kalau kita sudah masuk ke level demand seperti ini, apalagi kelas premium, sangat mutlak dibutuhkan IOT 4.0, internet of think dan internet of people. Internet of think itu yang membuat semua informasi mengenai track and trace bisa terlihat real time,” kata Gilarsi, Selasa (12/3/2019).

Menurutnya, setiap barang yang dikirim kini memiliki QR code sebagai identitas. Sejauh ini, di setiap stasiun dilakukan scanning secara manual. Ke depan, rencananya diharapkan individual parcel itu bisa melaporkan dirinya sendiri. 

“Kendaraannya ada GPS tracker. Jadi, semua bisa terjadi real time, termasuk di gudangnya posisinya di mana,” tambahnya.
 
Gilarsi mengakui, proses ke arah sana masih dalam tahap uji coba. Dia tak memungkiri ekspansi bisnis itu membutuh investasi yang tidak sedikit. Rencananya, pada April tahun depan ditargetkan tujuh wilayah besar di Jawa seperti Jabodetabek, Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Surabaya, dan Malang bisa terlaksana. Di daerah tersebut, semua pelacakan bisa dilakukan secara real time tidak dilakukan scanning secara manual lagi.

Saat ini, Pos Indonesia meluncurkan berbagai fitur pelayananan. Mulai dari Contact Center Oranger, Magenpos, Agenpos B2B Kurir, Agenpos B2B Jaskug, hingga Layanan Kargo Ritel Udara di agen pos. Sejumlah layanan itu diakuinya untuk memberikan user experience yang lebih baik. 

”Jadi, seperti kalau kita mau komplain masa harus menelepon atau datang ke Kantor Pos, itu akan menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Kita akan mengubah infrastukturnya, apakah dengan menggunakan live chat atau live person. Prinsipnya adalah mempermudah pengguna pada saat mereka memiliki pernyataan atau komplain bisa terfasilitasi dengan baik dan cepat,” jelasnya.

Selain itu, seiring perkembangan revolusi industri 4.0 itu pihaknya kini sedang melakukan uji coba dengan robot untuk chatting, tapi belum memiliki suara. Fitur itu nantinya merupakan eksperimen berbasis suara. Namun, dia menyebutkan proses eksekusi tersebut kecepatannya relatif lambat. 

Lebih jauh dia menyebutkan, di tengah menjamurnya perusahaan logistik saat ini pihaknya tertarik membuat layanan Kargo Pos. Baginya, divisi itu ada di anak perusahaan Poslog. Keperluan kargo itu sudah menjadi kebutuhan semua pihak seperti pengiriman kargo dari luar negeri. 
Semisal, warga yang pergi umrah dan haji namun ingin membawa barangnya ke Indonesia bisa menitipkan barangnya melalui Poslog. Masyarakat pengguna nantinya bisa mendapatkan barang langsung di depan rumahnya masing-masing.

Doni Ramdhani / dnr

Tidak Ada Komentar.


Tinggalkan Komentar


Berita Lainnya

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 22:45 WIB

    Kebijakan Bank BJB, Pemprov Minta Libatkan Kabupaten/Kota

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 20:30 WIB

    JNE Sesuaikan Tarif 19 Persen

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 20:15 WIB

    Dorong Pertumbuhan Industri Teknologi Kreatif Jabar

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 20:05 WIB

    BIJB Kertajati Siap Menjadi Bandara Kargo e-Commerce

  • Rabu, 20 Maret 2019 | 16:10 WIB

    Gojek Hadirkan Aplikasi Keamanan Transportasi